Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong penguatan ekosistem startup nasional melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Hal ini ditegaskan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menerima audiensi Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo) di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Riefky menekankan pentingnya mendorong para pegiat ekonomi kreatif, khususnya startup, untuk naik kelas melalui kurasi, komersialisasi kekayaan intelektual (KI), serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.
"Kementerian Ekraf memfokuskan 80 persen energinya sebagai akselerator bagi para pegiat ekraf, termasuk asosiasi startup seperti Starfindo, agar dapat berkembang hingga mandiri. Ini merupakan wujud ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 16 April 2026.
Ia juga menyoroti pertumbuhan signifikan subsektor aplikasi yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi nasional. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi, mulai dari keterbatasan pendanaan, perlindungan KI, hingga target peningkatan kontribusi terhadap PDB dan ekspor.
Untuk itu, Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi dengan Starfindo melalui berbagai program seperti ASTA EKRAF, Ekraf Data, dan Ekraf Bijak. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci untuk memperluas dampak terhadap pertumbuhan industri kreatif.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Starfindo, Hembang Nugraha, menyampaikan pihaknya mengajukan tujuh poin strategis dalam audiensi tersebut. Poin tersebut mencakup aspek regulasi, bisnis, pengembangan teknologi, akses pembiayaan, penguatan SDM, ekspansi global, hingga kemudahan kolaborasi.
"Inti dari tujuh poin yang kami ajukan adalah mendorong kemandirian teknologi. Kami berharap ada dukungan pemerintah untuk membuka akses kerja sama *business to government* sehingga startup dapat berkembang lebih cepat," jelas Hembang.
Starfindo sendiri merupakan bagian dari ekosistem Kementerian Perindustrian yang telah membina lebih dari 1.300 startup melalui program Startup4industry.id sejak 2018, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan e-commerce.
Audiensi juga membahas sejumlah isu strategis lainnya, seperti kebutuhan insentif fiskal, transparansi pengadaan pemerintah, penguatan pencatatan ekonomi digital, hingga pemanfaatan teknologi AI untuk mendorong inovasi dan efisiensi produksi.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kementerian Ekraf menyatakan akan melakukan kajian lanjutan guna mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat segera diimplementasikan secara bertahap.
Editor: Redaktur TVRINews





