Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki peluang penempatan pekerja migran Indonesia di sektor hospitality ke Republik Kepulauan Fiji sebagai bagian ekspansi pasar kerja ke kawasan Pasifik.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan peluang tersebut terbuka lebar seiring kebutuhan tenaga profesional di sektor pariwisata Fiji seperti chef, manajer hotel, dan tenaga terampil lainnya.
"Kita melihat peluang untuk penempatan tenaga kerja profesional di sektor hospitality cukup terbuka," katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan penjajakan dilakukan melalui pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Fiji Dupito Dharma Simamora pada Rabu (15/4) guna memetakan kebutuhan riil tenaga kerja di lapangan.
"Namun, perlu pemetaan lebih lanjut terkait kebutuhan riil di lapangan, termasuk standar kompetensi dan besaran upah yang ditawarkan," ujarnya.
Penguatan Kerja Sama dan Program PelatihanKP2MI juga mendorong optimalisasi kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) bidang pariwisata antara Indonesia dan Fiji yang telah ditandatangani pada 2023.
Christina menyebut kerja sama tersebut dapat diperluas melalui program pelatihan, pertukaran informasi, hingga skema on the job training bagi siswa vokasi.
"Kami melihat peluang untuk mengembangkan kerja sama pelatihan dan magang bagi siswa SMK maupun politeknik pariwisata, sehingga mereka memiliki pengalaman kerja internasional sebelum masuk ke pasar kerja global," jelasnya.
Soroti Pelindungan ABK di Kawasan PasifikSelain peluang kerja, KP2MI juga menyoroti pentingnya pelindungan awak kapal perikanan (ABK) Indonesia di kawasan Pasifik yang masih rentan terhadap praktik rekrutmen tidak transparan.
"Kami mendorong adanya kerja sama yang lebih kuat, termasuk kemungkinan MoU terkait Pelindungan ABK, mengingat masih ada potensi kerentanan pekerja akibat proses rekrutmen yang tidak transparan," kata Christina.
KP2MI berharap penjajakan ini dapat menghasilkan langkah konkret sekaligus menjadi model kerja sama bagi negara-negara Pasifik lainnya.




