Ekonomi Syariah Dinilai Belum Menyentuh Rumah Tangga, Ini Penyebabnya

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dinilai masih belum menyentuh level paling dasar, yakni rumah tangga. Selama ini, pendekatan yang dilakukan lebih banyak bertumpu pada industri keuangan dan kebijakan, sementara literasi di masyarakat belum merata.

Pandangan itu mengemuka dalam diskusi yang digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia bersama Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia, Murniati Mukhlisin, mengatakan penguatan ekonomi syariah seharusnya dimulai dari keluarga. Sebab, dari lingkungan inilah pola konsumsi, pengelolaan keuangan, hingga keputusan ekonomi terbentuk.

Baca Juga
  • ISEI Dorong Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Transformasi Nasional
  • Bos LPS Cerita Ajak Keluarga Pindah ke Bank Syariah, Ini yang Disampaikan
  • Bank Syariah Dinilai Lebih Efisien, Jumlahnya yang Terbatas Jadi Tantangan

“Pendekatan syariah itu tujuannya mengangkat martabat manusia dengan sistem yang berkeadilan. Itu harus dimulai dari keluarga,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Republika, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai tanpa fondasi yang kuat di tingkat rumah tangga, ekonomi syariah berisiko hanya berkembang sebagai sektor industri tanpa dampak luas bagi masyarakat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Gagasan ini dinilai sejalan dengan pemikiran Sumitro Djojohadikusumo yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi berbasis masyarakat. Dalam konteks saat ini, konsep tersebut dapat diterapkan melalui ekonomi syariah yang inklusif dan berorientasi pada pemerataan.

Selain itu, para ekonom juga menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas literasi keuangan syariah. Keterlibatan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, hingga komunitas dinilai penting agar pemahaman masyarakat tidak berhenti di level teori.

Di sisi lain, industri perbankan syariah terus menunjukkan pertumbuhan. Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Bob Tyasika Ananta, menyebut pertumbuhan tersebut harus diiringi dengan manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, aset bank syariah terbesar di Indonesia itu terus meningkat sejak merger pada 2021 hingga melampaui Rp 450 triliun pada 2025.

Meski demikian, tantangan utama tetap pada pemerataan. Tanpa penguatan literasi di tingkat keluarga, ekonomi syariah dikhawatirkan hanya dinikmati sebagian kalangan dan belum sepenuhnya menjadi solusi bagi ketahanan ekonomi masyarakat luas.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Babel Sita Puluhan Kilogram Narkoba di Awal 2026
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Profil Nurah Syahfirah, Istri Teuku Rafly yang Disorot di Pernikahan Teuku Rassya, Tak Kalah Cantik dari Tamara Bleszynski
• 21 jam lalugrid.id
thumb
TNI AL Gunakan B50, Upaya Efisiensi BBM dan Perkuat Operasional Kapal Patroli
• 16 jam lalumatamata.com
thumb
Kumpul Sampah, Ikhtiar Kecil Mengurai Masalah Sampah di Tangsel
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Kejagung Tetapkan Produser Film ‘Sang Pengadil’ Jadi Tersangka TPPU Zarof Ricar
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.