Banjir di Solo Raya Surut, Ribuan Pengungsi Kembali ke Rumah

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Banjir di wilayah Solo Raya berangsur surut pada Kamis (16/4/2026). Ribuan warga yang sempat mengungsi kini sudah kembali ke rumah.

Solo Raya adalah wilayah aglomerasi di Jawa Tengah mencakup Kota Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Karanganyar. Banjir terjadi di kawasan itu sejak Selasa (14/4/2026).

Di Klaten, banjir merendam 14 desa di 6 kecamatan, yakni Delanggu, Wonosari, Juwiring, Karangdowo, Cawas, dan Ceper, Rabu (15/4/2026). Banjir di dipicu luapan sejumlah anak sungai Bengawan Solo, seperti Sungai Buntung dan Sungai Kaligawe.

Akibatnya, rumah warga terendam air dengan ketinggian 25-45 sentimeter. Sedikitnya 15 titik jalan utama milik desa juga terendam.

Baca JugaDampak Luapan Sungai di Kawasan Solo Raya

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyebut, banjir surut pada Kamis. Warga dibantu personel gabungan dari lintas instansi mulai membersihkan rumah dan lingkungannya.

Menurut Hamenang, tak ada korban jiwa maupun luka akibat banjir. Namun, dua rumah warga, yaitu di Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring dan Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, roboh.

“Kemarin kami langsung ke sana, memberikan bantuan sementara sambil mengajak organisasi perangkat daerah menghitung kebutuhan bahan bangunan,” kata Hamenang, Kamis.

Hamenang mengatakan, bakal menekan risiko berulangnya banjir. Selain revitalisasi sungai dangkal, tanggul sungai bakal diperkuat.

Selain itu, akan dilakukan edukasi buang sampah pada tempatnya, menggencarkan gerakan pilah sampah dari rumah, hingga ajakan gotong royong membersihkan lingkungan, utamanya di parit dan sungai.

Selain itu, banjir yang merendam 19 desa di 5 kecamatan di Sukoharjo juga telah surut. Banjir berdampak pada 3.792 jiwa. Sebanyak 1.917 jiwa di antaranya sempat mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, seluruh warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah. Mereka mulai membersihkan rumahnya.

Akan tetapi, Ariyanto menegaskan, dapur umum masih berdiri. Dapur umum masih akan menyediakan makanan untuk warga terdampak.

”Karena fokus bersih-bersih, warga mungkin belum semua bisa memasak,” kata dia.

Selain membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan, petugas BPBD Sukoharjo bersama sejumlah instansi lain juga turut membantu membersihkan puluhan unit fasilitas umum, terutama sekolah. Dengan begitu, kegiatan masyarakat yang sempat terhambat banjir bisa kembali normal.

Ariyanto menyebut, dalam masa pancaroba, hujan deras yang memicu luapan sungai masih berpotensi terjadi. Untuk itu, Ariyanto mengimbau masyarakat ikut memantau prakiraan cuaca.

“Apabila hujan mungkin ekstrem dan lain-lain berdasarkan prakiraan cuaca itu perlu waspada. Kemudian, bersihkan lingkungan karena dengan pembersihan lingkungan itu nanti air akan lancar,” ujarnya.

Banjir di Kota Surakarta juga sudah surut. Seiring berhentinya hujan, tinggi muka air di sungai itu menurun hingga air dari permukiman bisa mengalir ke sungai.

Sebelumnya, banjir Surakarta dengan ketinggian 20-50 cm merendam 12 kelurahan di 4 kecamatan, yaitu Laweyan, Pasar Kliwon, Serengan, dan Jebres.

Kondisi itu membuat ratusan rumah yang dihuni 988 keluarga terdampak dan memaksa sebanyak 109 jiwa mengungsi ke sejumlah titik.

“Hari ini banjir sudah surut semua. Seluruh warga yang sempat mengungsi juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” kata Kepala BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo.

Baca JugaBanjir Rendam Tiga Daerah di Solo Raya, Ribuan Orang Mengungsi

Adapun, banjir di Karanganyar juga telah surut pada Kamis. Sebelumnya, banjir sempat merendam puluhan rumah yang ditinggali ratusan orang di dua desa, yakni Desa Waru di Kecamatan Kebakkramat dan Desa Jaten di Kecamatan Jaten.

Sama dengan di Klaten, Surakarta, dan Sukoharjo, banjir di Karanganyar juga dipicu luapan Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya. Debit air di sungai itu naik usai hujan lebat mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa petang hingga Rabu pagi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Hery Susanto, Ketua Ombudsman yang Ditangkap Usai Lima Hari Menjabat
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Timnas U-17 Matangkan Persiapan Jelang Lawan Malaysia di Piala AFF
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Komodo Dimasukkan di Dalam Pipa Paralon, Dijual Rp 31,5 Juta
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pasar Saham Jepang Melesat, Nikkei Tembus Rekor Tertinggi Usai Perang Mereda
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Kukuhkan 117 Petugas Haji DKI Jakarta, Minta Layani Jemaah Sepenuh Hati
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.