Hari Keempat MTQ XXXIV Sulsel Jadi Penentu, Semua Cabang Ditarget Rampung Hari Ini

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAROS- Memasuki hari keempat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, seluruh cabang lomba ditargetkan rampung pada tahap penyisihan.

Kordinator Lomba MTQ XXXIV Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, menyebut hari keempat menjadi momen krusial karena akan menentukan peringkat peserta di semua cabang lomba.

“Hari ini adalah hari terakhir penyisihan. Jadi semua peringkat cabang lomba sudah bisa mulai terlihat, siapa saja yang berpeluang masuk ke tahap final,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar cabang lomba dijadwalkan selesai pada sore hari. Namun, beberapa cabang tertentu masih bisa berlangsung hingga malam.

“Rata-rata sekitar pukul enam sore sudah selesai, meskipun ada beberapa yang berlanjut malam hari. Tapi semuanya harus rampung hari ini karena sudah sesuai jadwal yang ditetapkan,” katanya.

Setelah penyisihan selesai, Dewan Hakim langsung mengagendakan persiapan final yang akan dilakukan setelah waktu Maghrib. Rapat penentuan finalis bahkan bisa berlangsung hingga tengah malam untuk memastikan seluruh hasil penilaian tuntas.

Dalam upaya menjaga objektivitas, panitia juga berencana melakukan pergeseran atau rolling Dewan Hakim pada babak final. Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi konflik kepentingan.

“Supaya tidak ada indikasi keberpihakan, misalnya karena berasal dari daerah yang sama dengan peserta. Jadi penilaian benar-benar murni,” jelas Wahyadi.

Namun, ia mengakui tidak semua hakim bisa dirotasi, terutama pada cabang lomba yang membutuhkan keahlian khusus seperti tafsir bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Total Dewan Hakim yang terlibat dalam MTQ kali ini mencapai 107 orang, termasuk panitera dan pengawas. Seluruhnya akan tetap berperan dalam proses penilaian hingga tahap final.

Selain itu, MTQ Sulsel tahun ini juga menerapkan sejumlah sistem baru untuk meningkatkan kualitas penilaian. Di antaranya, Dewan Hakim tidak lagi ditempatkan di depan peserta, melainkan di belakang mimbar.

Tak hanya itu, identitas peserta juga sepenuhnya dirahasiakan selama penilaian berlangsung.

“Dewan Hakim tidak tahu siapa yang dinilai, tidak ada nama, tidak ada asal daerah. Hanya nomor tampil. Ini supaya penilaian benar-benar objektif,” tegasnya.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada cabang kaligrafi. Area lomba dibatasi ketat, tidak semua orang bisa masuk, serta larangan penggunaan ponsel untuk mencegah potensi kecurangan.

Menurut Wahyadi, sistem ini diharapkan mampu menghasilkan peserta terbaik yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional.

“Tujuan utama kita adalah mendapatkan yang terbaik. Dengan sistem ini, kita optimistis kualitas penilaian lebih terjaga,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di Asrama Polri Ciledug, 20 Rumah Terbakar
• 6 jam laludetik.com
thumb
Lionel Messi Digugat Rp119 Miliar! Promotor Miami Tuding La Pulga Lakukan Penipuan Kontrak
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Anak Usaha BUMA Internasional (DOID) Bangun Ekosistem Pemberdayaan Pekerja
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
[FULL] Analisis Sekjen IKAL Strategic Centre dan Pakar soal Iran Ancam AS Blokade Laut Merah
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.