Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto melakukan sosialisasi program magang di Jepang untuk memantik semangat belajar para siswa Nusa Tenggara Barat (NTB). Yandri memberi gambaran dunia kerja di level internasional sehingga para pemuda bisa mempersiapkan diri secara maksimal.
Tak hanya itu, Yandri juga berpesan agar para siswa NTB yang nantinya bisa berangkat ke Jepang untuk tidak meninggalkan rasa nasionalisme. Salah satunya dengan tetap pulang ke Indonesia setelah mendapat banyak pengalaman di Negeri Sakura tersebut.
"Karena persaingan ketat, kalian harus belajar sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Apa yang terjadi di Jepang sebagai sesuatu hal yang sangat baik untuk kemajuan adik-adik bawa ke Indonesia. Setelah sukses di sana jangan sampai nggak pulang, pulanglah ke Indonesia," jelasnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Yandri menuturkan hal tersebut saat dialog dengan Alumni Magang Jepang, Peserta Pelatihan Bahasa Jepang, Siswa SMK/SMA, dan Pendamping Desa Profesional di Islamic Center NTB.
Ribuan pemuda NTB disiapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk berangkat ke Jepang melalui program magang. Program ini wajib dimanfaatkan karena diyakini Yandri sebagai peluang untuk meraih kesuksesan meskipun berasal dari desa.
Hal ini dapat dilihat dari perjalanan Yandri yang berasal dari desa tertinggal dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Kendati demikian, ia yakin keterbatasan tersebut bukan penghalang untuk meraih cita-cita dan bermanfaat untuk Indonesia.
"Masa depan anak-anak sekalian bukan di tangan orang lain tapi di diri sendiri mau jadi apa. Jangan merasa tidak mampu. Selama kita optimis, kuat, rajin, tidak melawan orang tua, baik sama lingkungan pasti akan ada jalan," tuturnya.
Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri ini, Yandri berbincang dengan beberapa siswa tentang cita-cita masa depan. Selain itu, ia juga melakukan tanya jawab yang diakhiri dengan apresiasi kepada setiap siswa yang naik ke panggung.
Menurut Yandri, hal ini penting untuk mengasah kemampuan dan kepercayaan diri khususnya saat berhadapan dengan orang banyak. Ia lantas berpesan agar seluruh peserta yang nantinya berangkat ke Jepang bisa tetap menjaga diri dan nama baik Indonesia serta memperkenalkan segala hal baik tentang negeri ini.
"Adik-adik berangkat bukan atas nama pribadi tapi atas nama merah putih atas nama Indonesia. Jadi harus jaga diri jaga nama Indonesia, tolong jaga nama baik bangsa kita termasuk budaya kita," pungkasnya.
(anl/ega)





