Seorang siswa berusia 14 tahun melakukan aksi penembakan di sebuah sekolah di Turki hingga menewaskan sembilan orang. Polisi menemukan siswa tersebut memasang foto pelaku penembakan massal di Amerika Serikat (AS) pada foto profil di WhatsApp miliknya.
Dilansir Reuters, Kamis (16/4/2026), foto pelaku penembakan massal di AS yang dipasang pelaku ialah Elliot Rodger. Elliot diketahui merupakan pelaku penembakan massal di AS pada tahun 2014.
Dalam sebuah pernyataan, departemen kepolisian Turki mengatakan temuan awal menunjukkan bahwa pelaku telah menggunakan gambar yang merujuk pada penembak jitu AS, Elliot Rodger, yang menewaskan enam mahasiswa di dekat Santa Barbara, California, pada tahun 2014.
"Temuan awal menunjukkan tidak ada hubungan dengan terorisme, insiden tersebut diyakini sebagai serangan individu," bunyi pernyataan kepolisian Turki.
Dalam kasus penembakan yang dilakukan Elliot Rodger, pelaku sempat mengungkapkan rasa frustasinya tentang hubungan dengan perempuan. Kasus Elliot ini disebut banyak menginspirasi sejumlah pelaku penembakan di sekolah.
Hingga saat ini belum jelas apakah remaja pelaku penembakan sekolah di Turki memiliki motivasi yang sama dengan Elliot Rodger.
Seperti diketahui, penembakan massal kembali terjadi di sebuah sekolah di Turki. Seorang remaja berusia 14 tahun yang menenteng lima pucuk senjata api, melepaskan tembakan di sebuah sekolah di Kahramanmaras, pada Rabu (15/4), hingga menewaskan sedikitnya sembilan orang.
Sekitar 13 orang lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan yang memicu kekacauan tersebut, dengan para siswa terpaksa melompat keluar jendela untuk menyelamatkan diri. Pelaku dilaporkan tewas setelah menembak dirinya sendiri usai mendalangi serangan mematikan tersebut.
Penembakan massal yang terjadi di Provinsi Kahramanmaras tersebut, seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2026), merupakan insiden kedua di Turki dalam dua hari terakhir, yang cukup mengejutkan karena penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di negara tersebut.
Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Ciftci, mengonfirmasi sembilan kematian dalam penembakan massal itu, dengan 13 orang lainnya mengalami luka-luka. Enam korban luka disebut dalam perawatan intensif di rumah sakit, dengan tiga orang di antaranya dalam kondisi kritis.
(ygs/lir)





