Raksasa Judi Online Ini Didenda Rp 85 Miliar

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: KalshiEX LLC

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa pasar prediksi online Kalshi dijatuhi denda besar oleh regulator Amerika Serikat. Komisi Pengendalian Kasino Ohio menjatuhkan sanksi US$5 juta atau sekitar Rp 85 miliar karena perusahaan tersebut dianggap menjalankan perjudian olahraga ilegal di negara bagian tersebut.

Denda itu diumumkan pada 14 April terhadap KalshiEX LLC. Regulator menyebut platform tersebut mengoperasikan layanan taruhan olahraga tanpa lisensi resmi di Ohio sejak Januari 2025.


Komisi menegaskan keputusan menjatuhkan denda diambil setelah Kalshi menolak menghentikan operasinya. Regulator juga menilai langkah tersebut diperlukan untuk menjaga integritas industri perjudian olahraga di Ohio.

Baca: Intip Negara yang Ilmu Pengetahuannya Terbaik, Ada RI?

"Komisi menjalankan tanggung jawab regulasinya dengan serius untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan integritas perjudian olahraga di Ohio," tulis regulator dalam pernyataan, dikutip dari Colombus Dispatch, Kamis (16/4/2026).

Perusahaan sendiri menyatakan kecewa terhadap keputusan tersebut dan menegaskan pihaknya masih terlibat sengketa hukum dengan otoritas Ohio. Mereka juga mengklaim memiliki hak beroperasi sebagai bursa berlisensi federal.

Platform Kalshi didirikan pada 2018 oleh dua mahasiswa MIT dan memungkinkan pengguna memperdagangkan hasil berbagai peristiwa, mulai dari olahraga, pemilu hingga isu terkini. Model bisnis ini dinilai regulator mirip dengan taruhan olahraga tradisional.

Komisi menyebut lebih dari 35.000 warga Ohio telah menggunakan platform tersebut. Pengguna memasang taruhan pada hasil ya atau tidak, dan memperoleh keuntungan jika prediksi mereka benar.

Menurut regulator, dengan tetap beroperasi tanpa lisensi, Kalshi menghambat proses pemeriksaan kelayakan perusahaan serta kepatuhan terhadap aturan perlindungan konsumen yang diwajibkan hukum Ohio.

Baca: Skandal Pasar? AS Selidiki Transaksi Aneh Jelang Pernyataan Iran Trump

Sengketa ini juga sudah masuk pengadilan. Pada Maret lalu, hakim federal di Ohio memihak regulator setelah Kalshi menggugat untuk menghentikan pengawasan terhadap operasinya.

Jaksa Agung Ohio Dave Yost bahkan menegaskan posisi pemerintah negara bagian. Ia menyebut pasar prediksi Kalshi merupakan bentuk perjudian ilegal dan denda US$5 juta telah diajukan.

"Saya tidak akan bertaruh berapa lama Kalshi akan beroperasi di Ohio," kata Yost dalam unggahan media sosialnya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Cara AI Bikin Tata Kelola Data Bank -Telco Makin Canggih

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Indonesia vs Malaysia, Kurniawan DY Minta Timnas U-17 Tak Boleh Lengah
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Bongkar Suntik LPG Subsidi ke Tabung Non-Subsidi, Pelaku Raup Omzet Rp2,7 Miliar
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Kasus Polisi Tewas Diduga Dianiaya, Polda Kepri Dalami Kemungkinan Ada Pelaku Lain
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Iran Bantah Klaim Trump soal Selat Hormuz: Propaganda Kekalahan
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Tampil Beda, Sentuhan Apik Kurniawan DY Diuji Lagi di Laga Timnas Indonesia U-17 Kontra Malaysia U-17
• 17 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.