Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Anggota parlemen Hezbollah, Ibrahim al-Moussawi, mengatakan bahwa mereka akan menghormati gencatan senjata jika Israel menghentikan serangan terhadap militan tersebut dihentikan.
"Kami di Hizbullah akan dengan hati-hati mematuhi gencatan senjata dengan syarat bahwa itu adalah penghentian permusuhan secara menyeluruh terhadap kami dan bahwa Israel tidak menggunakannya untuk melakukan pembunuhan apa pun," kata al-Moussawi seperti dilansir AFP, Jumat (17/4/2026).
Hizbullah juga menyampaikan terima kasih kepada Iran. Dia menyebut gencatan senjata tidak akan terjadi tanpa peran Iran.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Iran karena telah memberikan tekanan yang menguntungkan Lebanon. Gencatan senjata tidak akan terjadi tanpa Iran menganggap gencatan senjata sama dengan menutup Selat Hormuz," tambahnya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengumumkan Israel dan Lebanon telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Kesepakatan itu akan berlangsung selama 10 hari.
"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," kata Trump di Truth Social dilansir Al Jazeera, Kamis (16/4).
"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST," tambah Trump.
(lir/lir)





