Trump Umumkan Israel-Lebanon Gencatan Senjata 10 Hari

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan itu disebut sebagai bagian dari upaya diplomatik Washington untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju perdamaian yang lebih permanen antara kedua negara.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Kamis waktu setempat, tak lama setelah dirinya melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Baca Juga :
Operasi Economic Fury Dimulai, AS Bekukan Jaringan Minyak Putra Elite Teheran
Heboh! Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Dialihkan Trump untuk Israel

“Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kedua pemimpin telah sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari mulai pukul 17.00 waktu timur AS sebagai langkah menuju perdamaian,” tulis Trump melalui platform Truth Social.

Kesepakatan tersebut menjadi perkembangan signifikan di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia internasional atas eskalasi konflik di perbatasan Israel-Lebanon yang dalam beberapa pekan terakhir kembali memanas akibat bentrokan dengan kelompok Hizbullah.

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan terlibat langsung dalam proses lanjutan setelah gencatan senjata dimulai. Ia mengatakan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Dan Caine telah diperintahkan untuk mengawal negosiasi lanjutan demi menciptakan perdamaian jangka panjang.

Pertemuan Bersejarah Setelah Puluhan Tahun

Jika gencatan senjata ini bertahan, Washington disebut tengah menyiapkan pertemuan tingkat tinggi antara Israel dan Lebanon di Gedung Putih dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Trump menyebut pertemuan itu berpotensi menjadi kontak diplomatik paling signifikan antara kedua negara dalam lebih dari empat dekade.

“Saya rasa kita akan mengadakan pertemuan. Mungkin di Gedung Putih dalam satu atau dua minggu ke depan. Ini akan menjadi momen yang sangat besar,” ucap Trump.

Langkah ini dinilai bersejarah mengingat Israel dan Lebanon secara teknis masih berada dalam status perang sejak konflik besar terakhir pada 1982, dengan hubungan diplomatik keduanya praktis nyaris tidak pernah terbuka secara langsung.

Meski demikian, tantangan terbesar dari kesepakatan ini diyakini terletak pada posisi Hizbullah, kelompok bersenjata yang selama ini menjadi pemain utama dalam konflik lintas batas dengan Israel.

Baca Juga :
Gedung Putih Optimistis Akhiri Perang Iran, Sebut Teheran Paling Diuntungkan
Niat Cari Dukungan, Trump Malah Hadapi Penolakan dari Raja-Ratu Belanda
Stok Senjata Menipis, Pentagon Desak Produsen Mobil AS Ikut Bikin Senjata

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumah Digeledah KPK, Ono Surono Tegaskan Tak Ada Aliran Dana Kasus Suap Proyek ke Pribadi-Partai
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Dilaporkan JK soal Tudingan Pendanaan Kasus Ijazah Jokowi, Rismon Minta Polisi Usut Pembuat Video
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Akuisisi Tuntas, Penajam Makmur Jaya Jadi Pengendali Baru BIKE
• 45 menit laluidxchannel.com
thumb
Ibas Dorong Penguatan dan Pemajuan Seni Budaya Kreatif sebagai Identitas Bangsa
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Keras! China Kecam Langkah Trump Blokade Selat Hormuz: Berpotensi Memperburuk Konflik!
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.