Lulusan Sekolah Rakyat Dijanjikan Beasiswa dan Peluang Kerja Global untuk Putus Rantai Kemiskinan

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah menjanjikan masa depan cerah bagi lulusan Sekolah Rakyat melalui pemberian beasiswa perguruan tinggi dan peluang kerja hingga ke luar negeri guna memutus rantai kemiskinan ekstrem.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan arahan tersebut dalam Musrenbang Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram pada Kamis, 16 April 2026.

Ia mengungkapkan, "Bagi yang ingin ke perguruan tinggi diberikan beasiswa lengkap. Bagi yang mau menjadi pekerja terampil, termasuk pekerja terampil ke luar negeri dibimbing oleh pemerintah."

Program Sekolah Rakyat disebut sebagai kebijakan strategis pemerintah pusat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan berbasis afirmasi yang menyasar kelompok miskin ekstrem.

Pemerintah menargetkan lulusan Sekolah Rakyat mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya setelah menyelesaikan pendidikan.

Skema Beasiswa dan Target Nasional

Pemerintah telah merampungkan nota kesepahaman terkait pemberian beasiswa penuh bagi lulusan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Saifullah Yusuf menyatakan, "Skema sudah jadi, MoU sudah jadi. Semua lulusan Sekolah Rakyat nanti Insya Allah, kalau sudah selesai kuliah atau selesai sekolah bisa jadi agen perubahan untuk keluarga dan lingkungan."

Pemerintah juga mendorong setiap kabupaten, kota, dan provinsi memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung sekitar seribu siswa.

Fasilitas Lengkap dan Sistem Pembelajaran Modern

Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang belum mendapatkan layanan pendidikan optimal.

Para siswa tinggal di asrama dan mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari seragam sekolah hingga kebutuhan harian.

Mereka juga memperoleh makan tiga kali sehari serta camilan ringan dua kali sehari sebagai bagian dari dukungan pemenuhan gizi.

Proses pembelajaran dilakukan menggunakan sistem Learning Management System dengan dukungan perangkat laptop untuk siswa dan guru serta papan tulis digital.

Saifullah Yusuf menegaskan, “Ini adalah persembahan negara untuk anak-anak yang paling tidak mampu. Hal ini dalam rangka percepatan pendidikan mereka untuk mengejar ketertinggalan bertahun-tahun. Jadi yang lain tidak boleh iri karena ini khusus untuk mereka.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kolaborasi Riset PTN dan Pemprov Jatim Didorong, Khofifah Tekankan Peran Ilmu Terapan untuk Pembangunan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
WN AS di Bali Gondol HP Modus COD, Kabur Lewat Jendela
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Geledah Rumah Bupati Tulungagung, Temukan Surat Pengunduran Diri Kepala OPD
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Menteri Ekraf Dorong Film Nasional Makin Berkualitas
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Harta Kekayaan Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditangkap Kejagung, Punya Rp4,1 Miliar dan Baru 6 Hari Menjabat
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.