TABLOIDBINTANG.COM - Tren gaya hidup aktif di Indonesia terus meningkat. Mulai dari olahraga lari, gym, hingga aktivitas fisik harian, kini jadi bagian dari rutinitas banyak orang.
Namun di balik tren ini, ada satu masalah yang sering muncul dan kerap dianggap sepele: cedera ringan seperti nyeri otot dan memar.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Tunggal Idaman Abdi resmi meluncurkan Thrombovoren Emulgel, gel topikal 2-in-1 yang dirancang untuk membantu meredakan nyeri sekaligus mempercepat pemulihan memar dalam satu produk.
“Inovasi ini kami hadirkan karena melihat masyarakat semakin aktif, sehingga butuh solusi yang praktis dan efektif,” ujar dr. Hendra Gunawan MBA, Managing Director PT Tunggal Idaman Abdi pada acara peluncuran Thrombovoren di kawasan Thamrin, Kamis (16/4) siang.
Produk ini menggabungkan dua bahan aktif utama, yakni diclofenac sebagai antiinflamasi dan heparin sebagai antikoagulan.
Kombinasi ini bekerja langsung pada sumber masalah cedera ringan, yaitu peradangan dan pembekuan darah di bawah kulit yang menyebabkan memar.
Menurut dokter spesialis olahraga Zeth Boroh, pendekatan kombinasi ini membuat penanganan cedera menjadi lebih menyeluruh.
“Nyeri dan memar itu sering terjadi bersamaan. Dengan kombinasi ini, kita bisa mengatasi inflamasi sekaligus hematoma dalam satu langkah,” jelasnya.
Dalam dunia olahraga, cedera ringan memang hampir tak terhindarkan. Hal ini juga diakui oleh mantan atlet lari nasional Triyaningsih yang kerap mengalami kondisi serupa.
“Cedera seperti nyeri dan memar itu pasti ada. Yang penting bagaimana kita bisa cepat pulih tanpa mengganggu aktivitas,” ujar Triyaningsih.
Nyaman untuk Aktivitas Sehari-hari
Selama ini, penanganan cedera ringan biasanya dilakukan dengan dua produk berbeda: satu untuk nyeri dan satu untuk memar. Namun pendekatan ini dinilai kurang praktis, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Dengan konsep “satu oles dua masalah beres”, Thrombovoren Emulgel menawarkan solusi yang lebih sederhana.
Produk ini juga hadir dalam bentuk emulgel, kombinasi emulsi dan gel, yang membuat teksturnya ringan, tidak lengket, dan cepat meresap di kulit.
Selain penggunaan produk, penanganan awal cedera tetap penting dilakukan, misalnya dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) untuk mengontrol pembengkakan dan nyeri.
Produk ini telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan dan digunakan dengan cara dioleskan 3–4 kali sehari pada area yang mengalami nyeri atau memar.
Dengan hadirnya inovasi ini, masyarakat aktif kini memiliki alternatif yang lebih praktis untuk menangani cedera ringan tanpa harus mengandalkan banyak produk sekaligus.
“Satu produk, dua manfaat, dan tetap nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari,” tutup Kurniawan Agung Subekti, S.Si, Marketing Product Manager Thrombovoren.




