Gubernur Lampung Pertimbangkan Insentif Pariwisata untuk Dorong Investasi

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG, – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan pemberian insentif pariwisata untuk mendorong perkembangan sektor ini di daerah. Hal ini disampaikan di Bandarlampung, Kamis, setelah perbaikan infrastruktur jalan di jalur wisata dilakukan untuk memudahkan akses.

Gubernur Rahmat mengatakan, setelah infrastruktur diperbaiki, langkah selanjutnya adalah mengembangkan desain pariwisata di daerah. Salah satu rencana adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di pesisir Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Selatan.

Rahmat menjelaskan, insentif yang tengah dipertimbangkan meliputi tax holiday dan diskon pajak barang dan jasa tertentu, atau insentif Pajak Pembangunan 1 (PB 1). "Kami sedang mempertimbangkan, mempersiapkan, dan mempelajari pemberian kemudahan berinvestasi melalui insentif ini. Namun, ini memerlukan persetujuan dari pemerintah kabupaten, terutama Kabupaten Tanggamus dan Pesawaran," ujarnya.

Pemberian insentif ini tidak hanya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, tetapi juga oleh pemerintah kabupaten setempat. Nantinya, semua destinasi wisata akan diintegrasikan menjadi satu kawasan dengan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Nasional.

Rahmat menambahkan, langkah ini dilakukan untuk membuat Lampung lebih ramah investasi dan menghidupkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi. "Kita harus membuat pariwisata tidak hanya tumbuh secara organik, tetapi didesain dan diberi stimulus agar ramah bagi investor dan wisatawan," tutupnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi Ancam Blokir Platform Digital yang Biarkan Kekerasan Seksual Online
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Massa Demo Buruh di Depan DPR Bubar, Lalin Jalan Gatot Subroto Jakpus Ramai Lancar
• 13 jam lalukompas.com
thumb
PIK2 (PANI) Pasang Target Marketing Sales Rp4,3 Triliun pada 2026
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Platform Terjemahan Bahasa DeepL Luncurkan Fitur Translate Voice to Voice
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Apple Siapkan Bonus Besar ke Karyawan: Cegah Resign, Tak Pindah ke OpenAI
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.