jakarta.jpnn.com - Anggota Komisi XIII DPR Franciscus Maria Agustinus Sibarani memberikan perhatian besar kepada petugas pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan.
Franciscus Maria mendorong pemerintah memberikan tunjangan kepada petugas pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan.
BACA JUGA: Anggota DPR Sebut PP Tunas Investasi Masa Depan Generasi Bangsa
Selain itu, dia juga meminta pemerintah meningkatkan sarana dan prasarana bagi para petugas pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan.
Menurut Franciscus Maria, penguatan pengawasan keimigrasian menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara.
BACA JUGA: DPR Anggap Wacana Gaji Pejabat Dipotong Usaha Prabowo Bangkitkan Sense Of Crisis
Penguatan pengawasan juga bertujuan memastikan kepastian hukum.
Franciscus Maria juga menyoroti beratnya tantangan pengawasan keimigrasian di wilayah perbatasan.
BACA JUGA: Kemenhan Efisiensi BBM, DPR: Bukan Pengurangan yang Berpotensi Turunkan KesiapanTNI
“Oleh karena itu, kami di Komisi XIII memandang dukungan sarana-prasarana dan tunjangan terhadap petugas di wilayah perbatasan harus menjadi prioritas,” kata Franciscus Maria, Minggu (12/4).
Franciscus Maria menilai meningkatnya lalu lintas orang belum diimbangi dengan kapasitas pengawasan di lapangan.
Dia secara khusus menyoroti wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik geografis berat.
“Di satu sisi, arus lalu lintas orang semakin meningkat. Namun di sisi lain, kapasitas pengawasan belum sepenuhnya mampu mengimbangi,” ujar Franciscus Maria.
Menurutnya, panjang perbatasan darat Kalimantan Barat dengan Malaysia yang mencapai lebih dari 1.000 km menjadi tantangan tersendiri.
Untuk menjangkau sejumlah titik, petugas harus menempuh perjalanan berjam-jam melalui jalan berbatu, medan berlumpur, kawasan hutan, hingga jalur sungai.
“Ini bukan kondisi yang mudah. Risiko di lapangan sangat tinggi, sedangkan akses masih terbatas,” tegas Franciscus Maria. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




