Populer: Trump Ancam Pecat Powell; Purbaya Proyeksi Defisit APBN Turun ke 2,8%

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam memecat Ketua The Fed Jerome Powell menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (16/4). Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memprediksi defisit APBN turun ke 2,8 persen terhadap PDB juga banyak dibaca. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Trump Ancam Akan Pecat Ketua Fed Jerome Powell Kalau Masih Menjabat pada 15 Mei

Presiden AS kembali mengancam Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, menegaskan akan memecatnya jika masih menjabat melebihi tanggal 15 Mei. Ancaman ini datang meskipun Powell sebelumnya menyatakan tidak akan meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur The Fed sampai penyelidikan Kementerian Kehakiman yang melibatkannya selesai dengan transparansi.

Masa jabatan Powell sebagai Gubernur The Fed sendiri baru akan berakhir pada 2028, namun sangat jarang bagi mantan ketua The Fed untuk tetap berada di dewan direksi setelah tak lagi menjabat sebagai ketua.

Ketidakpuasan Trump terhadap Powell selama setahun terakhir berpusat pada kegagalan Powell memotong suku bunga secara lebih agresif. Pemerintahan Trump secara sistematis menargetkan independensi The Fed, bahkan menginisiasi penyelidikan terhadap Powell terkait pembengkakan biaya renovasi bank sentral.

Sebagai pengganti, Trump telah menunjuk mantan bankir Kevin Warsh, yang dijadwalkan mengikuti sidang konfirmasi di hadapan Komite Perbankan Senat pada Selasa (21/4) minggu depan.

Namun, pencalonan Warsh menghadapi tentangan berat dari beberapa anggota parlemen yang mengkritik penyelidikan Kementerian Kehakiman sebagai tekanan politik terhadap bank sentral. Anggota Partai Republik Thom Tillis bahkan berjanji menunda penunjukan Warsh selama penyelidikan belum selesai.

Purbaya Sebut Defisit APBN 2026 Berpotensi Turun ke 2,8 Persen PDB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa defisit APBN 2026 berpotensi turun menjadi sekitar 2,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari perkiraan awal 2,9 persen. Informasi ini disampaikan Purbaya dalam pertemuannya dengan lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s (S&P) di Washington DC pada Selasa (14/4), di mana S&P menanggapi dengan sangat positif indikasi penurunan ini.

Selain itu, S&P juga mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pada triwulan keempat yang dinilai lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya.

Indikator awal saat ini menunjukkan bahwa semua aktivitas ekonomi sudah membaik, menjadi salah satu alasan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade, yakni BBB dengan outlook stabil.

Meskipun demikian, S&P memberikan catatan terkait rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan yang berada di atas 15 persen, yang perlu terus dipantau.

Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memonitor dan memastikan keadaan ekonomi tetap baik serta menjaga fiskal. Pihak S&P rencananya akan mengunjungi Indonesia pada Juni 2026 untuk melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi fiskal perekonomian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengalaman Berharga Pelajar SMP 39 Jakarta Susuri Istana Kepresidenan hingga Menyulam Mimpi
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Faizal Assegaf Seret Jubir KPK ke Polda Metro Jaya, Ini Duduk Perkaranya
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPRD Sulsel Sahkan Panja LKPJ Gubernur 2025, Rekomendasi Harus Terukur dan Sistematis
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Relaksasi Fiskal Hadir, Barang Bawaan Jemaah Haji Kini Lebih Mudah
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
AS Membekukan Ekspor Iran, Pakar : Fluktuasi Jangka Pendek, Tren Jangka Panjang Kembali ke Supply-Demand
• 20 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.