Eddy Soeparno Nilai Kepuasan Publik terhadap Prabowo Tetap Tinggi di Tengah Krisis Global Energi

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyatakan tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tetap tinggi di tengah gejolak Timur Tengah dan ancaman krisis energi global.

Survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 2-8 Maret 2026 menunjukkan sebanyak 75,1 persen publik percaya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Kepuasan publik yang tinggi di tengah gejolak Timur Tengah dan ancaman kelangkaan energi serta tekanan terhadap APBN kita adalah capaian istimewa. Survei Poltracking ini menunjukkan kepemimpinan Presiden Prabowo mampu menghadapi situasi ini dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional," ungkap Eddy.

Diplomasi Energi Dinilai Tepat

Eddy Soeparno mengapresiasi strategi diplomasi luar negeri Presiden Prabowo yang dinilai berfokus pada penguatan sektor ekonomi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional.

"Terakhir beliau berhasil menjalin kerja sama dengan Rusia dalam upaya memenuhi kebutuhan energi nasional. Ini langkah yang tepat untuk memastikan Indonesia masuk zona aman dalam kebutuhan energinya," ujarnya.

Ia juga membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara seperti Filipina, Thailand, Singapura, dan Pakistan yang terdampak signifikan akibat ketergantungan tinggi pada jalur distribusi energi di Selat Hormuz.

Dorongan Percepatan Energi Terbarukan

Di sisi lain, Eddy mendorong percepatan transisi menuju energi terbarukan guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

Eddy menegaskan bahwa langkah tersebut penting dilakukan baik dalam kondisi krisis maupun situasi normal untuk menjaga stabilitas energi dalam negeri.

"Kami di MPR RI terus mendukung berbagai komitmen Presiden Prabowo untuk memperbesar bauran energi terbarukan melalui berbagai rencana kebijakan. Dengan energi terbarukan kita akan mengurangi secara signifikan ketergantungan terhadap impor energi di satu sisi dan di sisi yang lain menciptakan energi yang bersih dan memenuhi hak masyarakat untuk lingkungan hidup yang sehat," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Pernyataan dari Konkernas II PGRI 2026, Poin 2 & 6 Bikin Semua Guru Senang
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Jakarta Mau Jadi Kota Sinema, Akan Beri Insentif Pajak ke Produsen Film
• 7 jam laludetik.com
thumb
Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Pameran Buku Internasional ke-40 Tunisia
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
BPD Punya Peran Strategis Topang Ekonomi Daerah  di Tengah Penurunan TKD
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Stok Avtur di Eropa Sisa 6 Pekan, Sejumlah Penerbangan Terancam Batal
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.