REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan kiper Arsenal Alex Manninger meninggal dunia pada usia 48 tahun setelah mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api.Polisi menyatakan, musibah itu terjadi Kamis (16/4/2026), sekitar pukul 08.20 waktu setempat di perlintasan kereta api dekat Salzburg.
Petugas pertolongan pertama sempat menggunakan defibrillator setelah mengevakuasi Manninger yang seorang diri di dalam mobil. Malang, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Masinis kereta dilaporkan tidak mengalami luka.
- Hasil Liga Champions 2025/2026: Bayern Hadapi PSG, Arsenal Tantang Atletico di Semifinal
- Arsenal ke Semifinal Liga Champions, Jegal Sporting Lewat Pertahanan Ketat
- Arteta Serukan Semangat Membara Arsenal Hadapi Pekan Penentuan Musim
Manninger mencatatkan 64 penampilan bersama Arsenal pada periode 1997 hingga 2002, serta turut meraih gelar Liga Primer Inggris dan Piala FA. Ia juga mengoleksi 33 caps bersama tim nasional Austria dan menjadi bagian dari skuad UEFA Euro 2008 yang digelar di negaranya.
Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Austria Peter Schottel mengenang Manninger sebagai sosok penting dalam sepak bola Austria.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Alexander Manninger adalah duta besar yang luar biasa untuk sepak bola Austria, baik di dalam maupun di luar lapangan. Profesionalisme, ketenangan, dan keandalannya menjadikannya bagian integral dari timnya dan tim nasional. Prestasinya layak mendapatkan rasa hormat tertinggi dan akan tak terlupakan,” ujar Schottel, dikutip dari BBC.
Manninger memulai karier profesionalnya bersama Red Bull Salzburg, sebelum berkarier di berbagai klub Eropa. Sepanjang kariernya, ia pernah membela 14 klub di sejumlah negara, termasuk Juventus, Udinese, dan Augsburg.
Ia juga sempat menandatangani kontrak jangka pendek dengan Liverpool pada 2016 saat berusia 39 tahun, meski tidak mencatatkan penampilan.
Selama membela Arsenal, Manninger lebih sering menjadi pelapis kiper utama David Seaman. Namun, ia sempat tampil menggantikan Seaman yang cedera pada akhir musim 1997-1998 dan berperan dalam keberhasilan tim. Manninger berada di bawah misatr saat Arsenal menang adu penalti atas West Ham serta tampil impresif melawan Manchester United di Old Trafford pada ajang Piala FA.
Pada periode tersebut, Manninger bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris untuk bulan Maret 1998. Arsenal juga memberinya medali juara liga, meski jumlah penampilannya tidak memenuhi syarat standar.
Ucapan duka mengalir dari berbagai klub. Arsenal menyatakan seluruh pihak di klub “terkejut dan sangat sedih” atas kabar tersebut. Sementara Juventus mengenangnya bukan hanya sebagai atlet hebat, tetapi juga sosok dengan nilai-nilai langka seperti kerendahan hati, dedikasi, dan profesionalisme tinggi.
Klub masa kecilnya, Red Bull Salzburg, juga menyatakan duka mendalam.




