Tawaran Rusia Ambil Alih Uranium yang Diperkaya Iran Ditolak Mentah-mentah AS

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Upaya Rusia menawarkan jalan keluar diplomatik terkait konflik Iran justru ditolak mentah-mentah Amerika Serikat (AS). Washington menolak usulan Moskow untuk mengambil alih persediaan uranium Iran yang telah diperkaya tinggi—sebuah skema yang oleh Kremlin disebut sebagai solusi baik untuk meredakan ketegangan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada India Today pada Rabu,15 April 2026, bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengajukan proposal beberapa waktu lalu, dan menyebutnya sebagai "solusi yang sangat baik" yang pada akhirnya ditolak oleh pihak AS. 

Baca Juga :
Rumah Saudara Paus Leo XIV di Chicago Diancam Teror Bom
CENTCOM: 14 Kapal Putar Haluan Patuhi Blokade Maritim AS di Selat Hormuz

Peskov menegaskan bahwa Putin tetap membuka peluang untuk menghidupkan kembali usulan tersebut jika negara-negara terkait menghendakinya.

Pemindahan stok uranium Iran yang diperkaya tinggi memang menjadi salah satu tuntutan utama Washington dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari. Material nuklir itu diperkirakan mencapai 450 kilogram dengan tingkat pengayaan 60 persen, dan sebagian besar kini berada di bawah fasilitas nuklir Iran yang telah menjadi target serangan gabungan AS-Israel.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menuntut Iran segera menyerahkan stok tersebut secara sukarela, atau Amerika Serikat akan "mengambilnya dengan cara lain."

Dalam pernyataannya, Peskov juga menolak narasi yang membenarkan perang atas dasar tuduhan program senjata nuklir Iran. Ia menyebut International Atomic Energy Agency tidak pernah menemukan bukti bahwa Teheran membangun senjata nuklir, sehingga tuduhan itu dinilai sebagai dalih agresi.

Saat ditanya apakah Rusia memberikan dukungan militer atau intelijen kepada Iran, Peskov membantah tegas. "Rusia tidak ikut serta dalam hal ini. Ini bukan perang kami," ujarnya.

Namun, pernyataan berbeda datang dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mengatakan Moskow telah membantu Iran "dalam berbagai arah," tanpa menjelaskan apakah bantuan itu mencakup intelijen terkait pergerakan pasukan AS.

Sebelumnya, utusan AS Steve Witkoff menyebut Putin secara pribadi telah meyakinkan Presiden Donald Trump bahwa Rusia tidak membagikan data intelijen kepada Iran.

Baca Juga :
Jelang Gencatan Senjata Berakhir, AS Kirim Lebih dari 60 Ribu Tentara ke Timur Tengah
Operasi Economic Fury Dimulai, AS Bekukan Jaringan Minyak Putra Elite Teheran
Kata Erick Thohir soal Play-off Tambahan Piala Dunia 2026 usai Isu Iran Mundur

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Menjaga Berat Badan Ideal
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
SP3 Terbit, Status Tersangka Rismon Sianiapar di Kasus Ijazah Jokowi Gugur
• 1 jam laludetik.com
thumb
AS Cetak Sejarah Jadi Eksportir Minyak Dunia Berkat Konflik Timur Tengah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Rieta Amalia, Ibunda Nagita Slavina yang Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi, Foto Berdua dan Sama-sama Tak Ada Pasangan
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Bangun Pabrik hingga Akuisisi, Emiten Sawit (TLDN) Siapkan Capex Rp600 Miliar
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.