PT Singaraja Putra Tbk (SINI) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Dalam aksi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721.500.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Manajemen dalam keterbukaan informasi yang dilansir Jumat (17/4) menjelaskan bahwa asumsi harga pelaksanaan rights issue adalah Rp5.000. Alhasil, Perseroan berpotensi meraup dana hingga Rp3,6 triliun.
Dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk mengambil alih sebanyak 507.380.875 lembar saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO) atau setara dengan 99,995% dari modal disetor dan ditempatkan KMS.
"Rencana pengambilalihan KMS adalah sejalan dengan rencana Perseroan melakukan peningkatan investasi dengan cara memiliki pengendalian terhadap KMS yang memiliki pengendalian atas perusahaan anak yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, yang mana hal ini akan menambah cakupan bisnis Perseroan di bidang pertambangan batu bara," kata manajemen.
Selain untuk akuisisi KMS, dana rights issue juga akan dimanfaatkan untuk pembayaran lebih awal utang Perseroan kepada kreditur Perseroan dan keperluan modal kerja Perseroan.
Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan PMHMETD akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kondisi keuangan, terutama dalam memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan posisi ekuitas yang akan memperbaiki rasio-rasio keuangan Perseroan.
"Selain itu, aksi korporasi ini akan meningkatkan likuiditas melalui penambahan posisi kas dari setoran modal, yang selanjutnya akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi bisnis melalui rencana pengambilalihan KMS guna memberikan kontribusi positif pada pendapatan operasional," terang manajemen.
Pelaksanaan ini juga diproyeksikan menciptakan efisiensi keuangan melalui pelunasan sebagian pokok pinjaman bank yang akan menurunkan beban bunga dan meningkatkan laba bersih.
Secara keseluruhan, PMHMETD diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta menjaga keberlangsungan usaha Perseroan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Emiten Happy Hapsoro (SINI) Derita Rugi Rp43,08 Miliar pada 2025
"Rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian saham baru, yang mana persentase kepemilikan saham di Perseroan akan terdilusi secara proporsional," tambah manajemen.
Sehubungan dengan rencana rights issue, Perseroan akan terlebih dahulu meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 26 Mei 2026.





