REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan seluruh petugas haji untuk tidak berlebihan dalam menggunakan media sosial, terutama selama bertugas di Tanah Suci. Ia menegaskan, mereka harus selalu memprioritaskan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia. Sebab, tugas utamanya adalah mendampingi dan menjaga jamaah selama menjalankan ibadah haji.
“Saya berharap, teman-teman petugas itu fokus pada tugasnya untuk mendampingi dan menjaga jamaah," ujar Wamenhaj Dahnil usai melepas keberangkatan ratusan anggota Panitia Penyelegara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Jumat (17/4/2026).
Baca Juga
KontraS Desak Pengungkapan 'Dalang' di Balik Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Serbia Siapkan Batalyon Militer Robot dan Drone Berbasis AI
Krisis Energi Hormuz Ancam Penerbangan Eropa, Stok Avtur Tersisa 6 Pekan
Ia juga menyinggung fenomena “flexing” atau pamer aktivitas di media sosial. Perbuatan itu dinilainya tidak perlu dilakukan oleh petugas haji saat sedang menjalankan tugas, baik di Tanah Air maupun Tanah Suci.
“Tidak perlu flexing segala macam, pamer kegiatan,” ucap Dahnil.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Meski demikian, pihaknya tidak melarang penggunaan media sosial secara keseluruhan. Sebab, medium itu sudah menjadi saluran yang umum digunakan untuk menyebarluaskan informasi.
Maka dari itu, Dahnil mengimbau para petugas haji untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan tepat, yakni sebagai sarana syiar dan edukasi jamaah haji. “Untuk syiar, artinya mengabarkan, mengedukasi. Bahkan, kami menganjurkan seluruh petugas melakukan edukasi via sosial media,” katanya.
Menurut Dahnil, penyebaran informasi yang positif dan akurat sangat dibutuhkan, terutama bagi keluarga jamaah di Indonesia yang menantikan kabar dari Tanah Suci.
“Jadi kan keluarga di Tanah Air butuh informasi-informasi yang menenangkan mereka dan yang menjaga kondisi mereka,” tukas politikus Partai Gerindra ini.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
PPIH Arab Saudi 2026 akan diberangkatkan secara perdana pada hari ini, Jumat (17/4/2026). Sebanyak 348 petugas akan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Sebelum keberangkatan, para petugas haji itu mengikuti pembekalan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis malam (16/4/2026).