JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 5,5-5,6 persen pada tahun ini. Dia menilai target pertumbuhan tersebut tetap realistis, meski di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Dalam wawancara dengan Kompas TV dari Washington D.C., Amerika Serikat, Jumat (17/4/2026), Purbaya mengatakan optimisme tersebut bukan sekadar asumsi, melainkan hasil desain kebijakan ekonomi yang terukur.
“Dan kepercayaan diri memang didesain seperti itu. Kan saya ekonom, kita mendesain ekonomi ke arah mana, dan kemudian menyesuaikan kebijakan sesuai dengan itu,” kata Purbaya dalam wawancara eksklusif dengan presenter Yan Rahman dalam program Kompas Bisnis.
Ia menerangkan, dari sisi anggaran, pemerintah akan memastikan stabilitas tetap terjaga tanpa mengganggu likuiditas di sistem keuangan.
Menurut dia, kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga menjadi fondasi utama pertumbuhan.
Baca Juga: Purbaya: Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen, Bahkan Bisa 2,8 Persen
“Artinya belanja pemerintah jalan, dan mesin swasta juga jalan dengan adanya likuiditas di sistem finansial perekonomian kita,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah memperbaiki iklim investasi melalui langkah debottlenecking dan penegakan aturan yang lebih tegas. Hal ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha sekaligus mencegah praktik korupsi.
“Setiap tindakan yang salah akan dibereskan dengan cepat. Itu yang men-trigger para pelaku bisnis untuk lebih hati-hati,” kata Purbaya.
Dia mengatakan konsistensi program pemerintah serta distribusi belanja yang lebih merata sepanjang tahun turut memperkuat daya dorong ekonomi nasional.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- pertumbuhan ekonomi
- ekonomi indonesia
- purbaya yudhi sadewa
- menteri keuangan
- debottlenecking
- apbn





