Mark Ruffalo mengkritik pengambilalihan Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance. Ruffalo mengingatkan dampak negatif yang ditimbulkan jika proses akuisisi tersebut benar terjadi.
Pemeran Hulk itu termasuk dalam lebih dari 3.000 penandatangan surat terbuka yang berupaya memblokir kesepakatan tersebut. Mark Ruffalo menilai bahwa proses akuisisi tersebut akan berdampak negatif bagi industri hiburan hingga kebebasan pers
“Kita tidak perlu menonton ‘Citizen Kane’ atau membaca ‘1984’ untuk memahami bahwa kendali oligarki terkonsentrasi yang diwakili oleh penggabungan ini merupakan ancaman bagi kebebasan pers, masyarakat yang terinformasi, dan demokrasi itu sendiri,” kata Ruffalo dikutip Variety.
Dalam kesempatan itu, Ruffalo juga sempat mengutip klaim CEO Paramount Skydance, David Ellison, yang mengatakan bahwa perusahaan gabungan tersebut akan merilis 30 film per tahun. David mengeklaim bahwa rencana tersebut akan membuka jalan bagi para seniman untuk berkarya.
Ruffalo menekankan agar publik khususnya para pekerja seni tak termakan dengan janji tersebut. Mengingat proses akuisisi tersebut juga akan berdampak pada kondisi keuangan perusahaan tersebut.
“Jangan percaya janji-janji kosong dari para miliarder yang didorong oleh keserakahan dan ideologi yang merusak," kata Ruffalo.
"Jangan percaya bahwa perusahaan baru ini entah bagaimana akan membuat lebih banyak film dengan uang yang lebih sedikit dan utang yang jauh lebih banyak. Sebaliknya, anda harus percaya pada persaingan," tambahnya.
Picu PHK MassalRuffalo menekankan bahwa pengakuisisian tersebut tak hanya sekadar mengancam mata pencaharian para pekerja seni. Lebih dari itu, jika pengakuisisian itu benar terjadi maka jalannya industri hiburan juga akan terancam.
Menurutnya proses pengakuisisian tersebut jelas akan memicu PHK massal, khususnya di industri hiburan.
"Pola ini terdokumentasi dan dapat diprediksi berulang dalam pengumuman penggabungan, janji efisiensi, kemudian PHK massal dan pemotongan produksi," tandasnya.
Ancam Kebebasan PersRuffalo juga mengatakan bahwa puluhan ribu profesional media akan berisiko kehilangan pekerjaan mereka lantaran proses pengakuisisian tersebut. Dia juga menyoroti pernyataan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang mendorong agar proses akuisisi tersebut segera terjadi.
"Menimbulkan kekhawatiran tentang organisasi berita yang tunduk pada pemerintahan Donald Trump," tandasnya.
Sebelumnya, Paramount, perusahaan media yang didukung oleh keluarga Ellison, mengajukan proposal pembelian langsung kepada para pemegang saham seharga 30 dolar AS per saham (sekitar Rp 477.000). Jika ditotal, tawaran Paramount untuk WB bernilai Rp 1.801 triliun.
Tawaran ini bertujuan mengambil alih seluruh bisnis Warner Bros., termasuk jaringan televisinya. Langkah ini dinilai sebagai upaya berani untuk membatalkan kesepakatan Warner Bros. dengan Netflix.
Paramount mengeklaim proposal mereka adalah alternatif yang lebih unggul dibandingkan Netflix karena dua alasan utama. Pertama, mereka memberikan lebih banyak uang tunai di muka kepada pemegang saham. Kedua, peluang lebih besar bagi Paramount untuk disetujui oleh regulator (pemerintah).
Presiden AS Donald Trump sempat berkomentar bahwa transaksi Netflix dan Warner Bros. bisa jadi masalah karena isu monopoli, mengingat besarnya ukuran kedua perusahaan tersebut.
Sementara, Paramount adalah pelaku hiburan yang lebih kecil, yang dikenal dengan merek seperti CBS News, Nickelodeon, dan Mission Impossible.





