HARIAN FAJAR, MAKASSAR – SDN Lariang Bangi I Makassar mulai memasifkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) sebagai strategi utama dalam mengejar predikat bergengsi Sekolah Adiwiyata. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pendampingan intensif bagi seluruh elemen sekolah guna memastikan budaya pelestarian alam tidak hanya menjadi slogan, melainkan karakter yang melekat pada seluruh warga sekolah.
Kegiatan yang digelar di ruang kelas SDN Lariang Bangi I pada Selasa, 7 April 2026 ini, menjadi bukti keseriusan pihak sekolah. Pendampingan tersebut menyatukan komitmen mulai dari kepala sekolah, guru, hingga orang tua siswa untuk menyongsong status sekolah berwawasan lingkungan tingkat nasional.
Edukasi Bukan Sekadar Seremonial
Kepala SDN Lariang Bangi I, Baharuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penguatan GPBLHS ini dirancang untuk menciptakan dampak nyata bagi siswa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif demi penilaian semata.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menguatkan pemahaman warga sekolah terkait GPBLHS. Kami ingin edukasi yang diberikan kepada murid tepat sasaran dan menjadi bagian dari napas kehidupan sekolah, bukan sekadar seremonial,” tegas Baharuddin dalam sambutannya.
Strategi Menuju Adiwiyata
Sebagai sekolah binaan, SDN Lariang Bangi I telah menyusun peta jalan (roadmap) yang sistematis. Transformasi menuju Adiwiyata ini diawali dengan pengukuhan Tim GPBLHS melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah yang melibatkan sinergi lintas lini.
Tak hanya di atas kertas, Baharuddin memastikan kebijakan ini dibarengi dengan aksi lapangan yang masif. Pihak sekolah kini tengah mengoptimalkan berbagai fasilitas fisik sebagai laboratorium alam bagi para siswa agar mereka bisa belajar langsung dari ekosistem sekitar.
“Kami menyiapkan tempat pilah sampah, taman sekolah, green house, hingga lubang biopori. Sarana ini adalah media pembelajaran langsung. Anak-anak tidak lagi hanya belajar teori di buku, tapi langsung praktik menjaga lingkungan di sekolah mereka,” tambahnya.
Sinergi dengan Sekolah Pembina
Proses akselerasi ini mendapat pengawalan langsung dari SDN KIP Bara Baraya II sebagai sekolah pembina. Kehadiran Kepala SDN KIP Bara Baraya II, Hj. Indarwati, S.Pd., memastikan setiap indikator program GPBLHS di SDN Lariang Bangi I berjalan sesuai dengan standar nasional penilaian Adiwiyata.
Menutup rangkaian kegiatan, Baharuddin menekankan bahwa output akhir yang ingin dicapai adalah terbentuknya habituasi atau kebiasaan positif yang permanen.
“Target akhirnya adalah tumbuhnya budaya. Kami ingin karakter positif untuk menjaga lingkungan ini melekat pada diri warga sekolah, di mana pun dan kapan pun mereka berada,” tutupnya dengan nada optimis.
Dengan dukungan penuh dari orang tua murid dan pendampingan yang solid, SDN Lariang Bangi I kini berada di jalur cepat untuk bertransformasi menjadi oase hijau di jantung kota Makassar, sekaligus menjadi model percontohan bagi sekolah lain dalam hal pelestarian lingkungan hidup. (*)





