Mentan Klaim RI Capai Swasembada Plus, Siap Hadapi Krisis Pangan Akibat El Nino

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Mentan mengklaim Indonesia telah mencalai swasembada plus pangan. Dia optimistis Indonesia mampu menghadapi potensi krisis pangan global akibat fenomena El Nino

Mentan Klaim RI Capai Swasembada Plus, Siap Hadapi Krisis Pangan Akibat El Nino. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada plus.

Ia menjelaskan, swasembada berarti suatu negara hanya melakukan impor maksimal 10 persen dari total kebutuhan. Sementara Indonesia saat ini disebut telah mencapai swasembada sempurna karena tidak lagi mengimpor beras medium.

Baca Juga:
Swasembada Protein Jadi Strategi Pemerintah Berikutnya Bangun Ketahanan Pangan Nasional

"Swasembada itu artinya manakala suatu negara impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara ini tidak impor beras medium berarti swasembada sempurna. Kalau ada swasembada plus, ya ini, di tahun ini. Ini dicapai hanya dalam waktu 1 tahun dari rencana Bapak Presiden 4 tahun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).

Amran menambahkan, capaian tersebut tidak hanya terjadi pada beras, tetapi juga pada sejumlah komoditas lain seperti telur ayam, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, cabai, hingga minyak goreng yang disebut telah mampu menyuplai pasar global.

Baca Juga:
RI Swasembada Beras hingga Telur, Bapanas: Stok Kokoh Hadapi EL Nino dan Geopolitik

Menurutnya, dominasi konsumsi beras masyarakat Indonesia yang mencapai lebih dari 50 persen turut menjadi faktor penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) 2025 yang menunjukkan konsumsi padi-padian masih mendominasi, disusul pangan hewani sebesar 12,7 persen dan minyak serta lemak 12,4 persen.

Dengan capaian tersebut, Amran optimistis Indonesia mampu menghadapi potensi krisis pangan global akibat fenomena El Nino. Ia menyebut kebijakan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor utama penguatan sektor pangan nasional.

Baca Juga:
WFP: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan, Indonesia Perkuat Swasembada Pangan

"Krisis pangan dunia karena ada El Nino, kita bisa hadapi. Indonesia alhamdulillah, negara lain waswas. Itu berkat kebijakan Presiden. Ingat, kita sudah swasembada protein dan karbohidrat. Protein Indonesia sudah cukup, bisa ekspor. Kemudian karbohidrat juga swasembada," ujar Amran.

Dari sisi cadangan, stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog juga mencatatkan rekor tertinggi. Per 16 April 2026, stok mencapai 4,8 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

"Ini adalah capaian yang tertinggi dan tidak pernah terjadi. Ini hasil kerja keras kita semua atas gagasan Presiden Prabowo," ungkap Amran.

Berdasarkan data Bapanas, stok tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4,78 juta ton dan beras komersial 19,9 ribu ton. Sementara realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri telah mencapai 2,04 juta ton.

Selain itu, kinerja sektor pertanian tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang konsisten berada di atas 120 sejak Juli 2024. Bahkan, NTP tertinggi dalam tujuh tahun terakhir tercatat pada Desember 2025 dan Februari 2026 dengan angka 126,11.

Dalam proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, Indonesia juga dipastikan tidak melakukan impor untuk sejumlah komoditas utama. Produksi beras mencapai 34,69 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 31,16 juta ton.

Hal serupa terjadi pada komoditas protein hewani. Produksi daging ayam ras tercatat 4,29 juta ton dengan konsumsi 4,12 juta ton, sementara produksi telur ayam ras mencapai 6,54 juta ton dengan konsumsi 6,47 juta ton.

Untuk jagung pakan, Indonesia juga tidak melakukan impor sepanjang 2025. Produksi mencapai 16,16 juta ton, lebih tinggi dibanding kebutuhan sebesar 15,23 juta ton.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deretan Spot Bandung Paling Hits 2026: Dari Orchid Forest hingga Armor Kopi, Wajib Masuk Wishlist!
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Modus Penipuan Kirim Barang Karpet Malaysia Terjadi di Makassar, Total Kerugian Capai Rp616 Juta
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Hassana Boga (NAYZ) Sudah Habiskan Seluruh Dana Hasil IPO, Ini Rincian Penggunaannya
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Penyuap Hakim PN Depok Segera Disidang
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Baru 10% Jemaah Haji Manfaatkan Pembebasan Pajak Barang Kiriman
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.