Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, secara resmi melepas keberangkatan gelombang pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Dalam arahannya, ia menegaskan agar seluruh petugas memastikan ketahanan fisik dan mental secara ekstra.
Wamenhaj mengingatkan bahwa tugas mendampingi ratusan ribu jemaah haji di Tanah Suci bukanlah pekerjaan ringan, terlebih para petugas akan meninggalkan keluarga di Tanah Air dalam kurun waktu yang sangat lama.
"Pastikan Anda bisa mengelola dengan baik secara mental, secara fisik. Karena mungkin sebagian besar dari Anda tidak terbiasa meninggalkan anggota keluarga dalam jangka waktu yang cukup atau sangat lama seperti saat ini," ujar Dahnil saat memimpin apel pelepasan di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Pondok Gede, Jumat (17/4).
Dahnil secara khusus menekankan bahwa petugas sama sekali tidak akan memiliki waktu untuk bersantai atau berleha-leha setibanya di Arab Saudi. Pasalnya, mereka akan berhadapan dengan demografi jemaah haji Indonesia yang membutuhkan pendampingan teknis maupun fisik secara maksimal.
"Demografi inilah yang nanti Anda layani. Maka tidak ada waktu berleha-leha. Saya percaya secara mental, secara fisik, Anda pasti akan banyak terkuras. Tapi nikmati tugas itu sebagai jalan ibadah Anda," tegasnya.
Untuk itu, ia meminta seluruh barisan petugas haji untuk meluruskan niat, mengelola emosi, dan mewakafkan dirinya demi melayani para tamu Allah secara sepenuh hati.
"Kawan-kawan sekalian, sahabat petugas haji, ini adalah misi suci buat diri Anda semuanya, buat keluarga Anda, buat bangsa, dan tentu buat agama. Ini adalah kebanggaan yang harus kita tunaikan," pungkas Dahnil.
Misi petugas haji merupakan bagian dari fase operasional lapangan Haji 2026 (1447 H) yang dijalankan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Sebanyak 460 petugas gelombang pertama yang terdiri dari unsur TNI/Polri, petugas bandara, dan awak media ini dijadwalkan terbang ke Madinah pada pukul 16.00 WIB sore ini untuk menjalani masa tugas selama 70 hari guna memastikan seluruh fasilitas siap sebelum kedatangan jemaah kloter pertama.





