tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan nama Syekh Ahmad Al Misry kembali mencuat ke permukaan dan memantik kemarahan publik.
Meski disebut telah terjadi sejak 2017 dan sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu, fakta-fakta terbaru dari pihak korban membuka kembali sisi gelap yang sebelumnya belum terungkap sepenuhnya.
Perwakilan korban, Ustaz Abi Makki, mengungkap sejumlah informasi yang dinilai sangat serius dan memprihatinkan.
Ia menyebut bahwa sosok yang bersangkutan sebenarnya pernah menjalani proses internal di lingkungan tertentu, bahkan disebut sempat menyampaikan permintaan maaf di hadapan para guru.
Namun, langkah tersebut dinilai belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, terutama karena tidak diiringi dengan proses hukum yang transparan.
Salah satu fakta yang paling mengejutkan adalah dugaan lokasi kejadian yang tidak hanya terjadi di satu tempat.
Menurut keterangan yang disampaikan, peristiwa tersebut disebut berlangsung di beberapa titik berbeda.
Hal yangmakini menyulut emosi publik adalah dugaan bahwa sebagian kejadian berlangsung di tempat ibadah.
"Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah itu," katanya. kata Ustaz Abi Makki kepada media.
Tidak berhenti di situ, korban juga diduga mengalami tekanan psikologis melalui penggunaan narasi agama yang dianggap menyimpang untuk membenarkan tindakan tersebut.
"(kata Syekh Ahmad Al Misry ke korban) 'Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib," ucap Ustaz Abi Makki.
"(Ucapan) Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya," imbuhnya.
Pernyataan ini memicu reaksi keras karena dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan ajaran agama untuk memengaruhi korban.
Fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah adanya dugaan bahwa korban pernah diajak menyaksikan tayangan yang tidak pantas. Alasan yang diberikan pun dianggap tidak masuk akal.
"Ada beberapa korban yang diajak menyaksikan tayangan yang tidak baik. Setelah itu, 'Kok nonton ini?' Jawabannya, 'Kalau Imam Syafi'i ada, dia juga pasti nonton ini gitu.' Ini ngeri sekali, ini sama sekali tidak diterima. Seperti itu, ngeri sekali," tutur Ustaz Abi Makki.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap dugaan kekerasan seksual, terutama ketika melibatkan figur publik atau tokoh yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.




