FAJAR, WASHINGTON—Intelijen AS memperingatkan beberapa hari setelah perang AS-Israel di Iran dimulai bahwa konflik tersebut dapat meluas, dengan mengutip indikasi bahwa Rusia dan China bergerak untuk mendukung Teheran, demikian dilaporkan CBS News pada hari Kamis waktu Amerika.
Para analis di Badan Intelijen Pertahanan Pentagon menilai bahwa China sedang mempertimbangkan untuk memasok Iran dengan sistem radar canggih, kata para pejabat AS kepada CBS News.
Para pejabat mengatakan sistem yang sedang dipertimbangkan termasuk teknologi radar X-band yang dapat meningkatkan kemampuan Iran untuk mendeteksi drone dan rudal jelajah yang terbang rendah dan memperkuat pertahanan udaranya terhadap serangan canggih.
Belum jelas apakah ada transfer yang telah terjadi, tetapi penilaian tersebut mencerminkan kekhawatiran AS yang semakin meningkat bahwa konflik tersebut dapat melibatkan kekuatan global yang menawarkan dukungan militer tidak langsung, kata laporan itu.
Dikutip dari Anadolu, para pejabat AS juga mengatakan Rusia telah berbagi intelijen tentang posisi militer Amerika di Timur Tengah.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan dan meningkatkan ketegangan regional.
Upaya untuk menstabilkan situasi dan mengupayakan gencatan senjata yang langgeng dilaporkan sedang berlangsung. (amr)





