Menurut keterangan polisi Prefektur Kyoto, tersangka telah mengakui membunuh anak yang hilang dan membuang jasadnya seorang diri, serta memindahkan jasad ke beberapa lokasi berbeda.
EtIndonesia. Media Jepang melaporkan bahwa Adachi adalah seorang karyawan perusahaan. Sebelumnya, ia mengatakan kepada polisi bahwa sekitar pukul 08.00 pagi pada 23 Maret, ia telah mengantar seorang anak ke dekat sekolah sebelum pergi. Namun, rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi pada hari itu tidak menangkap keberadaan anak tersebut, dan tidak ada saksi mata. Kini terungkap bahwa pernyataan tersebut merupakan rekayasa.
Adachi diduga memindahkan jasad anak tirinya antara pagi hari saat kejadian hingga 13 April sore ke daerah pegunungan di wilayah Sonobe, Kota Nantan, serta ke beberapa lokasi lain di dalam kota untuk disembunyikan.
Polisi mengonfirmasi bahwa pada pagi hari kejadian, korban masih dalam keadaan hidup. Jasad korban akhirnya ditemukan di daerah pegunungan sekitar 2 kilometer di barat daya sekolah dasar tempatnya belajar. Polisi menduga bahwa tersangka berulang kali memindahkan jasad untuk menghindari penemuan.
Pada hari ini, polisi kembali melakukan penggeledahan di rumah tersangka untuk menyelidiki motif kejahatan, serta terus menyelidiki penyebab kematian korban.
Pihak kepolisian Kyoto juga mengungkapkan bahwa Adachi telah mengaku membuang jasad tersebut seorang diri. Pukul 10.00 pagi hari ini, polisi membentuk satuan tugas khusus yang dipimpin oleh kepala divisi kriminal untuk menangani kasus ini. (Hui)
Sumber : ntdtv.com





