Bisnis.com, PALEMBANG — Di tengah derasnya arus transisi energi menuju sumber yang lebih bersih, nasib para pekerja di sektor minyak dan gas (migas) serta batubara mulai menjadi sorotan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin Herryandi Sinulingga menyampaikan bahwa tanpa persiapan matang, peralihan tersebut berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Transisi energi tidak boleh hanya bicara lingkungan. Ada nasib pekerja yang harus diselamatkan. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, mereka bisa jadi korban,” ujarnya dalam forum dialog bertajuk memperkuat inisiatif dan kebijakan transisi energi berkeadilan di Sumsel, dikutip Jumat (17/4/2026).
Sinulingga menekankan pentingnya peta jalan (roadmap) tenaga kerja sebagai panduan menghadapi perubahan besar ini. Fokusnya bukan hanya memetakan jumlah pekerja terdampak, tetapi juga memastikan mereka punya keterampilan baru yang relevan.
Dia mendorong program reskilling dan upskilling bagi pekerja migas dan batubara agar bisa masuk ke sektor green energy.
“Kita tidak boleh terlambat. Pekerja kita harus di-upgrade. Jangan sampai nanti industri hijau berkembang, tapi SDM lokal hanya jadi penonton,” tegasnya.
Baca Juga
- PLN IP Gandeng Vietnam, Akselerasi Transisi Energi dan Pengembangan Hidrogen
- Menlu: RI-Jepang Kunci Kerja Sama Rp384,2 triliun, Dorong Investasi hingga Transisi Energi
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor energi bersih akan terus meningkat, mulai dari teknisi energi surya, operator biomassa, hingga tenaga ahli efisiensi energi.
Tak hanya soal pelatihan, Sinulingga juga menyoroti pentingnya regulasi yang lebih tegas. Dia menilai, pemerintah perlu mendorong perusahaan untuk ikut bertanggung jawab dalam proses transisi ini.
“Tidak cukup imbauan. Harus ada regulasi yang memastikan perusahaan melakukan transfer pengetahuan dan pelatihan bagi pekerjanya,” tuturnya.
Dengan begitu, pekerja lama tidak ditinggalkan, melainkan dibekali kemampuan baru untuk tetap relevan di industri masa depan.
Dia optimistis, jika langkah ini dijalankan, Musi Banyuasin tidak hanya bertahan sebagai daerah penghasil energi, tetapi juga menjadi pusat SDM unggul di era energi bersih.
“Target kita jelas. Muba bukan hanya lumbung energi, tapi juga lumbung tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan,” tutupnya.





