JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menanggapi respons positif pemerintah Iran terkait pemberian izin bagi dua kapal tanker Pertamina untuk melintasi Selat Hormuz.
Dilansir ANTARA, dua kapal itu, Pertamina Pride dan Gamsunoro, per Sabtu (11/4/2026) sore, masih tertahan di perairan Teluk Persia. Pertamina Pride terdeteksi di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sedangkan Gamsunoro tercatat di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.
Dua kapal tersebut tak dapat melewati Selat Hormuz, usai jalur air itu ditutup sejak serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran pada 28 Februari.
Kemlu RI mengungkapkan telah menindaklanjuti tanggapan positif Iran agar dua kapal tanker Pertamina tersebut diberi izin melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: AS Minta Blanket Overflight, Pengamat: Hati-hati, Kita Khawatir untuk Melakukan Serangan ke Iran
“Kemlu RI terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak, termasuk Angkatan Bersenjata Iran dan Kemlu Iran, untuk menindaklanjuti sinyal positif yang telah disampaikan pemerintah Iran terkait kapal Pertamina,” ucap Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, Kamis (16/4/2026), dikutip dari ANTARA.
Nabyl mengatakan tindak lanjut tersebut dilakukan dengan melakukan pemantauan kondisi kedua kapal Pertamina.
Selain itu, memastikan kesiapan teknis agar kedua kapal tanker Pertamina bisa segera berlayar begitu izin diberikan.
Menurut Nabyl, kesiapan teknis yang dimaksud meliputi kesiapan kru serta asuransi pelayaran.
Dia mengatakan Indonesia menggarisbawahi pentingnya menjaga Selat Hormuz sebagai kawasan aman, terbuka, dan dapat dilalui oleh pelayaran internasional sesuai ketentuan hukum internasional.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : ANTARA
- kemlu ri
- iran
- kapal tanker pertamina
- selat hormuz
- Teluk Persia
- Donald Trump





