Helikopter PK-CDX Ditemukan Hancur, Delapan Penumpang Tewas

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta

Helikopter PK-CDX yang sempat dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Kamis, 16 April 2026, akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur. Seluruh penumpang yang berada di dalam helikopter dipastikan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Lokasi jatuhnya helikopter ditemukan pada koordinat 00°12'00" LS - 110°44'00" BT, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.

Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto, mengatakan proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur gabungan meski seluruh korban telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Untuk titik koordinat sudah ditemukan dan seluruh korban dinyatakan meninggal dunia. Namun proses evakuasi masih membutuhkan waktu karena kondisi puing dan medan di lokasi,” ujar Sugianto, dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dan masyarakat setempat masih berupaya mengevakuasi para korban dari reruntuhan badan helikopter.

“Evakuasi dilakukan bersama-sama dengan unsur SAR, TNI, Polri, BPBD, dan dibantu masyarakat sekitar yang ikut menunjukkan titik lokasi,” katanya.

Sejumlah jenazah telah berhasil dievakuasi dari puing-puing helikopter dan langsung dimasukkan ke kantong jenazah. Namun, sebagian korban lainnya masih terjebak di antara reruntuhan karena kondisi badan helikopter yang hancur dan membutuhkan peralatan khusus untuk proses pengangkatan.

Sebelumnya, helikopter PK-CDX dilaporkan hilang kontak di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Laporan kehilangan kontak diterima Kantor SAR Pontianak dari AirNav pada pukul 10.40 WIB, dengan kontak terakhir terjadi pada pukul 08.39 WIB saat penerbangan dari Melawi menuju Kubu Raya.

Helikopter tersebut diawaki oleh 1 (satu) orang pilot, yaitu Capt. Marindra Wibowo, serta membawa 1 (satu) orang engineer Harun Arasyid dan 6 (enam) penumpang, yaitu:
1. Mr. Patrick K. (WN Malaysia)
2. Mr. Victor T.
3. Mr. Charles L.
4. Mr. Joko C.
5. Mr. Fauzie O.
6. Mr. Sugito.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hassana Boga (NAYZ) Sudah Habiskan Seluruh Dana Hasil IPO, Ini Rincian Penggunaannya
• 27 menit laluidxchannel.com
thumb
Kejati Sulsel Dalami Peran 2 Bupati Eks Pimpinan DPRD di Kasus Korupsi Nanas
• 57 menit lalucelebesmedia.id
thumb
Hanya Ingin Cerai, Clara Shinta Tak Mau Gugat Harta Gana-Gini dari Suami
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Gerebek Toko Kelontong yang Jual Obat Keras di Jaksel, 3 Orang Diringkus
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Segini Nilai Aset Hery Susanto, Ketua Ombudsman yang Ditahan Kejaksaan Agung Pasca Dilantik
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.