JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan menjelang rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada 21 April 2026.
Meski hingga kini belum ada surat pemberitahuan resmi, aparat kepolisian tetap melakukan pemantauan intensif, khususnya terhadap peredaran informasi di media sosial.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kalimantan Timur, terutama menjelang potensi mobilisasi massa dalam skala besar.
BACA JUGA:Kabar Rita Widyasari Bebas Picu Reaksi Publik Kaltim, Dukungan hingga Wacana Pilgub 2030 Muncul
Polisi Perkuat Pengamanan dan Koordinasi Lintas SektorKepolisian melalui bidang humas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh ajakan yang berpotensi menimbulkan kericuhan.
Aparat juga menegaskan bahwa setiap bentuk penyampaian pendapat tetap harus mengikuti aturan hukum yang berlaku.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat guna mengantisipasi dampak yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk sektor ekonomi lokal.
Pengamanan akan difokuskan pada objek vital seperti pusat pemerintahan dan fasilitas umum, guna memastikan situasi tetap kondusif.
BACA JUGA:Profil dan Karier Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim, Lulusan SMK Jadi Anggota DPR RI Gaya
Aksi Dipicu Ketidakpuasan terhadap Kebijakan DaerahRencana demonstrasi ini disebut-sebut muncul akibat ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kebijakan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Sejumlah titik di Samarinda telah dijadikan posko koordinasi oleh massa aksi. Beberapa lokasi yang terpantau antara lain di Jalan M. Yamin, Jalan Milono, hingga area sekitar Kantor Gubernur Kaltim.
Menjelang aksi, bantuan dari masyarakat terus berdatangan ke posko-posko tersebut. Donasi yang terkumpul meliputi makanan, minuman, hingga uang tunai.
Koordinator lapangan aksi, Erly Sopiansyah mengungkapkan bahwa stok logistik saat ini cukup melimpah, terutama untuk kebutuhan air minum.
“Bantuan yang masuk beragam, mulai dari makanan ringan, nasi bungkus, hingga dana tunai,” ujarnya.
Tak hanya dari warga Samarinda, dukungan juga datang dari daerah lain seperti Balikpapan dan Tenggarong.
- 1
- 2
- »





