CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Rencana aksi unjuk rasa dukungan terhadap Jusuf Kalla (JK) di Kota Makassar dipastikan batal terlaksana.
Keputusan ini diambil setelah kepolisian melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara guna menjaga kondusivitas keamanan.
Sebelumnya, pamflet seruan aksi dari kelompok Laskar Garuda Indonesia Bersatu sempat viral di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan WhatsApp.
Massa awalnya direncanakan berkumpul di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Fly Over Makassar.
Aksi tersebut disebut-sebut dipicu oleh respons publik terhadap potongan video pidato Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret lalu yang menyinggung istilah "mati syahid".
Kasat Intelkam Polrestabes Makassar, Kompol Surahman, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait rencana unjuk rasa tersebut.
"Yang pasti sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan," kata Surahman, Kamis (16/4), dikutip dari Tribun Timur.
Surahman menjelaskan, pihak kepolisian telah mengambil langkah preventif dengan membangun komunikasi dan menggelar pertemuan bersama penyelenggara aksi.
Hasil dari dialog tersebut menyepakati bahwa kegiatan turun ke jalan tidak akan dilanjutkan. "Pada intinya, dari diskusi kami disepakati bahwa rencana unjuk rasa besok dibatalkan," tegasnya.
Pembatalan ini didasari pertimbangan keamanan publik, mengingat Makassar merupakan kota besar dengan populasi lebih dari 1,4 juta jiwa yang sangat rentan terhadap gangguan ketertiban.
Surahman juga mengingatkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum wajib mengikuti prosedur UU Nomor 9 Tahun 1998, termasuk kewajiban melapor minimal 3x24 jam sebelum pelaksanaan.
Senada dengan hal tersebut, pimpinan Laskar Garuda Indonesia Bersatu, Mukram, membenarkan bahwa pihaknya telah membatalkan rencana aksi tersebut demi menjaga stabilitas kota.
Di sisi lain, Chief & Sustainability Officer Kalla, Subhan Djaya Mappaturung, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan aksi yang mengatasnamakan dukungan kepada JK.
Subhan meminta publik lebih bijak dalam menyaring informasi viral guna menjaga ketenangan situasi daerah.




