Libur panjang pengaruhi penerimaan pajak Jakarta pada Maret 2026

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat berkurangnya jumlah hari kerja pada Maret 2026 mempengaruhi penerimaan pajak Jakarta pada periode tersebut, sehingga realisasinya terkontraksi sebesar 17,31 persen secara tahunan.

"Di bulan Maret, ada kontraksi 17,31 persen, karena adanya libur selama kurang lebih dua minggu. Ini sangat berpengaruh, terutama untuk pajak kendaraan bermotor," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Lusiana Herawati di Jakarta, Jumat.

Meski begitu, penerimaan pajak pada Januari dan Februari 2026 tercatat mengalami pertumbuhan. Pada Januari, kinerja penerimaan pajak tumbuh sekitar 5,35 persen dibandingkan tahun lalu, sementara pada Februari tumbuh 1,53 persen secara tahunan.

Selain itu, kinerja penerimaan pajak pada triwulan I-2026 tercatat mencapai Rp7,41 triliun atau 101,09 persen dari target, yakni sebesar Rp7,33 triliun.

"Harapannya, bisa kami (realisasi penerimaan) dan sudah terlihat di awal triwulan II. Kami sudah mulai meraih ketinggalan-ketinggalan kemarin, sudah bisa kami realisasikan," ujar Lusi.

Baca juga: Pendapatan Jakarta capai Rp8,74 triliun pada triwulan I-2026

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan terkait belanja perpajakan (tax expenditure) yang diberikan kepada masyarakat pada periode Januari-Maret 2026, yakni sebesar Rp864 miliar.

Belanja perpajakan itu merupakan kebijakan fiskal dari pemerintah untuk meringankan beban pajak serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

"Di tengah gejolak seperti ini, DKI tetap memberikan insentif kepada wajib pajak sehingga tax expenditure diberikan kepada wajib pajak untuk menambah geliat ekonomi di DKI Jakarta," tutur Lusi.

Dia pun mengemukakan terkait realisasi penerimaan retribusi daerah pada triwulan 1-2026, yang mencapai Rp234 miliar atau 10,57 persen dari target, yang juga mengalami kenaikan sebesar 3,30 persen dibandingkan 2025.

"Retribusi jasa usaha memberikan kontribusi terbesar, yaitu menyumbang Rp107,5 miliar atau 45,33 persen dari total retribusi. Ini mencerminkan optimalisasi aset dan layanan usaha di Pemprov DKI naik," tambah Lusi.

Baca juga: Nilai transaksi QRIS Tap pembayaran PKB di Jakarta capai Rp7,4 miliar

Baca juga: Retribusi sampah peluang DKI tingkatkan pendapatan dari pajak



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rahasia Pemecatan Misterius Enzo Maresca di Chelsea Terbongkar
• 22 menit laluharianfajar
thumb
Beraksi! Blokade Selat Hormuz, Jet Tempur AS Lepas Landas dari Kapal Induk | SAPA MALAM
• 2 menit lalukompas.tv
thumb
Gebrakan Dedi Mulyadi: 5 Program Prioritas Jabar 2027, Warga Miskin Jadi Fokus Utama
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Banyak Kepala Daerah Ditangkap karena Korupsi, Kemendagri Sebut Sudah Ingatkan Berkali-kali
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Film "Siapa Dia" karya Garin Nugroho raih penghargaan di Roma
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.