Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi rekrut pengangkut sampah saat sidak trotoar menyita perhatian publik. Pasalnya, setelahnya Gubernur Jawa Barat itu menawarkan sosok tersebut untuk jadi petugas kebersihan resmi.
Usut unya usut, peristiwa itu terjadi di kawasan Setiabudi, Kota Bandung. Dimana mulanya, Dedi tampak kesal melihat trotoar yang ia datangi terlihat kotor.
Setelahnya, Dedi menegur warga yang memarkirkan mobilnya di jalan. Usut punya usut, mobil itu ternyata mobil pengangkut sampah warga setempat dan sedang rusak.
Sosok tersebut kemudian diajak Dedi berbincang dan mengaku berprofesi sebagai pengangkut sampah dengan upah Rp 1,5 juta per bulan. Namun siapa sangka, upah itu belum termasuk biaya bensinnya.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi mendapati kisah pilu di balik perjuangan kuli pengangkut sampah tersebut. Dimana pria itu mengaku masih memiliki cicilan mobil Rp 4,8 juta per bulan.
Namun upah yang ia terima dari mengangkut sampah di dua hingga tiga RT hanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan.
"Bapak cicilan mobil Rp 4,8 juta, gaji Rp3 juta, nomboknya dari mana?" tanya Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (17/4/2026).
Setelahnya sosok tersebut mengaku menutupi kekurangan serta menafkahi istri dan keempat anaknya dengan mengambil kerja serabutan. Mulai dari menjadi juru parkir yang ia lakukan pada malam harinya.
Selain itu, ia juga menerima jasa pindahan rumah jika ada yang membutuhkan. Bahkan mertua dari sang pria ikut membantu dengan memilah sampah plastik dan botol untuk kemudian dijual kembali guna membantu cicilan mobil.
Mendengar cerita itu, Dedi Mulyadi menyebut kisah sang pria seperti mengelola grup pengelolaan sampah.
"Bapak ini mah satu grup bisnis pengelolaan sampah," seloroh Dedi Mulyadi.
Meski begitu, secara spontan usai mendengar cerita lengkap sosok itu, Dedi Mulyadi rekrut pengangkut sampah tersebut untuk menjadi petugas kebersihan. Bukan tanpa alasan, pasal sang gubernur Jawa Barat itu melihat semangat kerja yang tinggi namun dengan manajemen keuangan yang mencekik.
Itulah sebabnya, ia mencoba menawarkan solusi instan yakni dimana sosok itu diminta untuk berhenti menjadi juru parkir liar dan beralih menjadi penanggung jawab kebersihan di wilayah tersebut secara resmi.
Tak tanggung-tanggung, Dedi Mulyadi bahkan menjanjikan akan memberi gaji Rp 4,2 juta per bulan.
"Sudah tidak usah markir lagi, mending jadi tukang sapu (resmi)," tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli




