Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan melarang pejabat atau pegawai untuk mengikuti rapat jika berulang kali datang terlambat.
Hal itu disampaikan Pram sebagai upaya membangun budaya kerja atau corporate culture yang efektif di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Dan saya sederhana saja, kalau ada yang terlambat saya lihatin sekali dua kali, habis itu saya peringatkan besok jangan masuk lagi rapat,” ujar Pramono saat BUMD Leader Forums di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4).
Pramono menekankan kedisiplinan waktu merupakan bagian penting dalam membentuk budaya kerja yang baik.
Ia mencontohkan perubahan yang terjadi di Balai Kota DKI Jakarta, yang menurutnya kini jauh lebih tepat waktu dibanding sebelumnya.
“Persis seperti di Balai Kota. Saya enggak yakin dulu Balai Kota itu on time. Sekarang enggak pernah rapat Balai Kota (telat) lebih dari 5 menit karena apa, Gubernurnya selalu datangnya lebih awal,” katanya.
Ia juga mengaku tidak segan menyampaikan teguran secara terbuka, bahkan dalam forum resmi seperti rapat paripurna, sebagai bentuk ketegasan dalam membangun disiplin kerja.
“Dan saya sampaikan secara terbuka, bahkan di rapat paripurna,” katanya.
Selain disiplin waktu, Pramono menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka dan transparan. Menurutnya, komunikasi yang baik akan mempermudah penyelesaian masalah dalam organisasi.
“Salah satu kata kuncinya bagaimana kita bisa berkomunikasi baik di antara Saudara-saudara sekalian. Karena begitu komunikasinya berjalan dengan baik, terbuka, transparan, kalau ada persoalan maka dengan gampang dikonsultasikan supaya diambil keputusan,” jelasnya.
Ia berharap pola komunikasi tersebut dapat menjadi kebiasaan yang membentuk budaya kerja di setiap perangkat daerah.
“Kalau itu sudah terbiasa, saya yakin ini akan menjadi budaya kerja atau corporate culture di masing-masing perusahaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyinggung kebijakan penggunaan transportasi umum setiap hari Rabu bagi ASN Jakarta.
Ia mengakui masih ada yang belum patuh, namun dirinya mengklaim selalu konsisten menjalankan aturan tersebut.
“Saya sampai hari ini, mohon maaf, boleh ditanya Kepala Biro KDH saya, enggak pernah melanggar. Saya selalu memanfaatkan transportasi umum, bukan apa-apa, bukan mau ingin dilihat orang, bukan, tetapi ini membangun budaya kerja yang ada di perusahaan,” tuturnya.
Pramono kembali menekankan pentingnya kesamaan pola pikir dan tujuan dalam bekerja, terutama di tengah kondisi yang menurutnya sedang tidak baik.
“Sehingga dengan demikian Saudara-saudara sekalian, yang paling utama saya pengin banget komunikasi di antara Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian dalam hal pekerjaan itu harus terjalin dengan baik supaya gelombang cara berpikirnya sama, supaya keinginannya sama,” pungkasnya.





