Sebanyak 1.800-an mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Kota Pahlawan mendapatkan keringanan berupa penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Hal ini disampaikan Prof. Dr. Martadi, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa saat mengisi program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Kebijakan ini merupakan langkah konkret Unesa mendukung program Bantuan Biaya Perkuliahan yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya guna mengejar target “Satu KK Satu Sarjana”.
“Jadi mahasiswa Surabaya yang kita turunkan UKT-nya, sehingga bisa nyambung dengan kebijakan pemerintah kota, itu ada 1.800 mahasiswa. Kalau total, mahasiswa Unesa kita lakukan penurunan UKT itu 10.000-an. Itu ada beberapa kategori, ada yang kita turunkan 50 persen kurang lebih sekitar 8.400. Yang kemudian kita turunkan UKT-nya 100 persen jadi gratis, itu ada 891 orang. Kemudian yang karena faktor ekonomi itu ada 1340. Jadi tahun ini Unesa memberikan penurunan UKT sejumlah 10.655, dan 1.800-nya itu mahasiswa Surabaya,” ungkapnya.
Kiri ke kanan: Heri Purwadi Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) bersama Kanti Budiarti Camat Sawahan dan Prof. Dr. Martadi Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat mengisi program Semanggi Suroboyo, Jumat (17/4/2026). Foto: Lily Mg suarasurabaya.netGuru Besar Bidang Teknologi Pembelajaran Seni Budaya Unesa itu menambahkan, kebijakan penurunan UKT ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kampus terhadap warga Surabaya. Dia mengatakan Unesa berkomitmen menyelaraskan kebijakannya dengan visi besar Wali Kota Surabaya.
Menurut Prof. Martadi, investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama bagi masa depan Surabaya. Mengingat Surabaya tidak memiliki kekayaan alam seperti daerah lain, pendidikan menjadi satu-satunya jalan untuk mencetak generasi yang mampu bersaing di level global.
“Surabaya itu enggak punya SDA. Sumber daya alam enggak punya. Yang dipunyai Surabaya adalah SDM. Maka SDM itu harus unggul. Kalau enggak unggul ya pasti jadi masalah. Nah, untuk unggul ya pasti bicara pendidikan. Maka menurut saya Unesa sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Surabaya. Yang minum air Surabaya. Maka berkewajiban untuk mendukung program strategis pemerintah kota dalam rangka peningkatan SDM,” bebernya.
BACA JUGA: Pemkot Surabaya Perluas Bantuan Biaya Perkuliahan, Gandeng 65 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya kini memperluas program Bantuan Biaya Perkuliahan pada 2026 dengan menggandeng total 65 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Heri Purwadi, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menjelaskan perluasan ini menjadi langkah strategis membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi warga, sekaligus mempercepat target “Satu KK Satu Sarjana”.
Pada 2026, Pemkot Surabaya menyediakan kuota hingga 23.860 mahasiswa yang hingga saat ini, sebanyak 11.600 kuota telah dimanfaatkan. Sehingga, masih tersedia sekitar 12.000 slot yang dapat diakses warga kategori Desil 1 hingga 5.
Skema bantuannya pun, meliputi biaya UKT hingga Rp2.500.000 serta uang saku bulanan sebesar Rp300.000 selama 10 bulan setiap tahunnya.
Terkait hal ini, Prof Martadi mengatakan kalau program Pemkot itu harus disupport agar bisa melahirkan SDM dari Kota Pahlawan yang punya daya saing.
“Menurut saya ini harus kita kita support bareng-bareng. Makanya Unesa senang ketika jika dipercaya menjadi satu di antara 65 perguruan tinggi untuk berkontribusi. Kalau itu bareng-bareng, maka insyaallah Surabaya akan semakin cepat untuk bergerak ke depan,” bebernya.
Prof. Martadi memuji visi besar ini, karena dengan kuota yang masif, jumlah sarjana yang lulus di Surabaya setiap tahunnya diprediksi akan meningkat tajam.
“Dengan program baru ini nanti, kalau (kuota) 23.000, setiap tahun akan lulus ya kurang lebih 6.000. Bayangkan dari 1.500 lulusan perguruan tinggi, sekarang menjadi 6.000. Artinya banyak SDM Surabaya yang semakin terbantu,” pungkas Prof. Martadi.
Bagi warga Surabaya yang ingin mengakses program ini, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi besmart.surabaya.go.id, dengan seleksi ketat dan verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Pendaftaran program Bantuan Biaya Perkuliahan gelombang saat ini, dibuka pada 13 hingga 24 April 2026. (bil/ipg)




