FAJAR, MAKASSAR — Penguatan kualitas akademik berbasis jejaring global kembali ditunjukkan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa.
Kali ini melalui penyelenggaraan International Guest Lecture bertajuk “Histopathology of Medical Liver Disease with Clinicopathological Correlation” yang berlangsung pada 16 April 2026 di Novotel Hotel Makassar.
Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis yang menghadirkan pakar internasional untuk membahas perkembangan mutakhir di bidang patologi dan teknologi medis.
Forum ilmiah ini menghadirkan narasumber utama Prof. Aileen Wee, MBBS, FRCPath, FRCPA, MIAC, Emeritus Professor dari Department of Pathology National University of Singapore (NUS).
Dalam pemaparannya, ia mengulas pendekatan klinikopatologis pada penyakit hati, interpretasi biopsi hati secara algoritmik, hingga pembahasan MASLD/MASH dari perspektif klinisi dan patolog. Materi yang disampaikan juga diperkaya dengan studi kasus yang memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta.
Selain itu, turut hadir pemateri kedua Prof. Lee Chuen Neng, MBBS, MMed, FRCS (Glasgow), FRCS (Edinburgh), FRACS, FAMS yang membahas integrasi teknologi dalam dunia medis.
Ia menyoroti peran mixed reality, jaringan internet 4/5/6G, serta kecerdasan buatan dalam mendukung tindakan bedah modern, khususnya untuk menjangkau layanan kesehatan di wilayah non-perkotaan.
Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperkuat posisi Universitas Bosowa sebagai perguruan tinggi unggul di Indonesia Timur.
“Topik yang diangkat sangat relevan, khususnya dalam mengintegrasikan praktik klinis dengan ilmu patologi. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, tenaga medis, dan akademisi,” ujarnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Founder Bosowa, H. M. Aksa Mahmud, Sekretaris Yayasan Aksa Mahmud H. Baharuddin Rahim, serta Direktur Direktorat Kerjasama dan Pengembangan Usaha Emil Salim Rasyidi, S.T., M.Sc. bersama sivitas akademika Universitas Bosowa.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan pembahasan kasus selama kegiatan berlangsung.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kedokteran terkini.
Secara tidak langsung, ia menekankan bahwa pemahaman terhadap histopatologi penyakit hati dan pemanfaatan teknologi medis modern menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan di era saat ini.
“Lebih dari sekadar forum akademik, kegiatan ini juga menjadi pintu awal bagi penguatan kolaborasi internasional antara Universitas Bosowa dan institusi pendidikan global,” ucapnya.
Khususnya kata dia di Singapura, dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi kesehatan.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kedokteran yang adaptif, berbasis riset, dan berorientasi global, sekaligus mendorong lahirnya tenaga medis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan. (wis)




