Di balik upaya pemerataan konektivitas digital di Indonesia, ada banyak sosok yang bekerja tanpa sorotan. Mulai dari relawan literasi digital di desa hingga komunitas penggerak ekonomi kreatif, mereka menjadi 'penghubung negeri' dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Peran mereka kini mendapat panggung apresiasi melalui Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang digagas oleh detikcom dan BAKTI Komdigi. Acara puncaknya akan digelar hari ini, Jumat (17/4) pukul 19.00 WIB, sebagai bentuk penghargaan bagi individu, komunitas, dan lembaga yang berkontribusi memperluas akses teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program ini lahir dari kesadaran bahwa pemerataan konektivitas digital tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk mereka yang bergerak di akar rumput, menjadi kunci dalam menghadirkan akses yang lebih merata.
Perjalanan menuju malam penganugerahan juga melalui proses panjang. Pendaftaran nominasi dibuka sejak 15 November 2025 hingga 28 Februari 2026, mengajak masyarakat luas untuk mengusulkan sosok atau pihak yang layak diapresiasi. Dari ratusan usulan yang masuk, terpilih 13 nominasi terbaik dari berbagai sektor untuk melaju ke tahap penjurian.
Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan 10 juri dari unsur pemerintah, industri, asosiasi, hingga media. Penjurian tidak hanya berdasarkan dokumen, tetapi juga melalui verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan keakuratan data.
Managing Editor dan Head of Media Researcher detikcom, Irwan Nugroho, menegaskan bahwa pihaknya turut menerjunkan kontributor dan wartawan ke berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa data yang disampaikan peserta benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Adapun 13 kategori yang diperebutkan mencerminkan luasnya peran dalam ekosistem digital. Dari sektor pemerintahan daerah, terdapat kategori Provinsi Pendorong Ekonomi Digital, Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital, Kabupaten Pelopor UMKM Digital, serta Desa Digital Unggulan.
Di sektor layanan publik, penghargaan diberikan melalui kategori BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital, Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan, Sekolah Teladan Digital, dan Pos Pertahanan Pendukung Konektivitas Digital.
Sementara itu, kategori individu mencakup Pegiat Literasi Digital di Desa, Pejuang Internet Masuk Desa, dan Konten Kreator Lokal Kreatif. Ada pula kategori komunitas, yakni Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital serta Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat.
Irwan pun berharap ajang ini tidak berhenti sebagai seremoni penghargaan semata. Ia menilai Apresiasi Konektivitas Digital dapat menjadi potret kondisi konektivitas digital Indonesia sekaligus mendorong para pengambil kebijakan untuk mempercepat pembangunan digital nasional.
Kisah para nominasi menjadi bagian penting dalam ajang ini. Cerita tentang dedikasi dan inovasi yang lahir dari berbagai daerah, sering kali jauh dari sorotan, namun memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Jangan sampai terlewat! Saksikan malam penganugerahan Apresiasi Konektivitas Digital 2026 hari ini pukul 19.00 WIB melalui detik.com/apresiasikonektivitasdigital. Ajang ini menjadi kesempatan untuk merayakan para penghubung negeri yang telah berjuang menghadirkan Indonesia yang lebih terhubung.
(prf/ega)




