JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung gerakan penangkapan ikan sapu-sapu di Jalan Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, sungai yang didatangi Pramono berada di tengah lingkungan perumahan elite.
Sungai dengan lebar sekitar lima meter itu berdampingan dengan rumah-rumah besar berfasad modern, pagar tinggi, serta taman yang tertata rapi.
Baca juga: El Nino Godzila Ancam Ekonomi Jakarta, Pramono Waspada, Pakar Soroti Risiko Inflasi Pangan
Lingkungan tersebut tampak bersih dan teratur.
Mobil-mobil mewah terparkir di garasi, beberapa titik dilengkapi kamera keamanan, dan akses masuk dijaga ketat melalui pos satpam dengan portal otomatis.
Namun, di tengah kawasan itu, sungai mengalir dengan air berwarna keruh kehijauan.
Meski tampak bersih tanpa sampah, kondisi air menunjukkan kualitas yang kurang baik.
Baca juga: Pramono Wanti-wanti El Nino “Godzila”, ISPA Jadi Ancaman Utama
Di sisi kanan dan kiri sungai, terpasang jaring-jaring.
Petugas dari PPSU dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) juga terlihat beberapa kali membersihkan sampah di sekitar aliran.
Kegiatan ini menarik perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga mengamati dari kejauhan, sementara beberapa lainnya yang tengah berolahraga mendekat untuk melihat langsung proses penangkapan ikan.
Baca juga: Pramono soal Konser BTS di Jakarta: Lagi Fight Mau di GBK atau JIS
Sekitar pukul 07.30 WIB, Pramono tiba di lokasi. Ia sempat mengamati dari kejauhan sebelum turun dan berdiri di atas kubus apung.
KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung gerakan tangkap ikan sapu-sapu di Jalan Janur Elok VI Blok QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet itu tidak ikut terjun ke sungai, melainkan memantau petugas PPSU, Pasukan Biru Dinas SDA, serta anggota TNI AL yang sudah lebih dulu berada di air.
Dalam waktu sekitar 10 menit, lima ekor ikan sapu-sapu berukuran cukup besar berhasil ditangkap.
Beberapa di antaranya kemudian diperlihatkan kepada Pramono.