Penulis: Fityan
TVRINews – Magelang
Mentan Amran Sulaiman Menekankan Pentingnya Peran Strategis DPRD dalam Menghadapi Krisis Global dan Memperkuat Kedaulatan Energi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam forum Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Magelang, yang berlangsung sejak Kamis hingga 19 April 2026, Mentan menyebut sinergi lintas otoritas sebagai fondasi utama menghadapi kompleksitas krisis global.
Di hadapan para Ketua DPRD dari seluruh penjuru tanah air, Menteri Amran menyoroti bahwa peran legislatif di tingkat daerah tidak sekadar administratif, melainkan krusial dalam aspek pengawasan dan pengalokasian anggaran pertanian yang tepat sasaran.
“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi pusat dan daerah, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan tidak akan tercapai optimal,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya di kutip Jumat 17 April 2026,
Desentralisasi Produksi dan Efisiensi Logistik
Salah satu poin fundamental yang menjadi sorotan adalah upaya menekan biaya distribusi pangan yang tinggi antarwilayah. Kementerian Pertanian (Kementan) kini mendorong pendekatan desentralisasi produksi.
Strategi ini bertujuan agar setiap provinsi mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari pulau lain.
“Kalau kita masih bergantung kirim beras dari satu pulau ke pulau lain, biaya logistik mahal. Karena itu, setiap daerah harus kuat dan mandiri,” tegasnya.
Menurut Amran, Ketua DPRD memiliki posisi strategis untuk memastikan regulasi daerah berpihak pada petani, sekaligus memastikan anggaran diarahkan pada penguatan infrastruktur serta alat mesin pertanian di wilayah masing-masing.
Transisi Energi Berbasis Pertanian
Selain kedaulatan pangan, pemerintah tengah memacu sektor bioenergi sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. Target ambisius dicanangkan: Indonesia berencana menghentikan impor solar sebanyak 5 juta ton mulai 1 Juli 2026.
Melalui penguatan program bioenergi dan pengembangan bioetanol sebagai substitusi bensin. Amran mengajak pemerintah daerah untuk mulai memetakan potensi lokal yang bisa dikonversi menjadi sumber energi terbarukan.
“Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga energi. Daerah harus ikut berperan dalam pengembangan bioenergi berbasis potensi lokal,” tambah Amran.
Posisi Indonesia di Panggung Global
Data Kementan menunjukkan ketahanan pangan nasional saat ini berada pada posisi yang solid dengan stok mencapai 4,8 juta ton. Sektor ini juga menjadi tulang punggung ekonomi bagi sekitar 160 juta petani di seluruh Indonesia.
Keberhasilan swasembada ini mulai berdampak pada skala internasional. Saat ini, beras hasil produksi petani domestik telah menembus pasar ekspor di 33 negara.
Capaian ini dipandang sebagai bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok pangan dunia.
Amran menutup ulasannya dengan sebuah pesan reflektif mengenai persatuan kebijakan. Ia menyatakan bahwa visi nasional tidak akan terwujud tanpa gerak serentak di tingkat daerah.
“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Kalau pusat dan daerah bergerak bersama, kita bukan hanya mandiri, tapi bisa menjadi kekuatan pangan dunia,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





