Bahlil Sebut Pembahasan Harga BBM Nonsubsidi Hampir Rampung, Bakal Naik?

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal bahwa harga BBM non subsidi bakal mengalami penyesuaian.

Dia menjelaskan penetapan harga BBM subsidi sejatinya mengikuti harga pasar. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 62.K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Pengisian Bahan Bakar Nelayan

Adapun, Kepmen itu merupakan pelaksana dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"BBM non subsidi itu kan berdasarkan harga pasar. Nah tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun Badan Usaha Swasta, sudah hampir selesai sih," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia tak menaikkan harga BBM pada April 2026 ini. Padahal, harga minyak mentah global bergejolak di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.

PT Pertamina (Persero) menyatakan harga BBM April tetap mengacu pada penetapan per 1 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi.

"Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah terkait harga BBM, baik subsidi maupun non subsidi," tulis perusahaan dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026) malam.

Meski harga April tidak berubah, jika dibandingkan Februari 2026, harga BBM pada Maret sebelumnya mengalami penyesuaian. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada jenis BBM non-subsidi. 

Harga Pertamax (RON 92) ditetapkan sebesar Rp12.300 per liter, naik dari Rp11.800 per liter pada Februari. Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp12.900 per liter dari sebelumnya Rp12.450. 

Selanjutnya, Pertamax Turbo (RON 98) kini berada di level Rp13.100 per liter dari Rp12.700 per liter. Untuk jenis solar non-subsidi, Dexlite naik menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp14.500 per liter. 

Di sisi lain, harga BBM subsidi tetap stabil. Pertalite dipatok Rp10.000 per liter, sementara Biosolar (Diesel CN48) tetap Rp6.800 per liter.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat luas. Stabilitas harga juga menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga daya beli. 

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pertamina turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi memicu panic buying. 

Baca Juga

  • Daftar Harga BBM Hari Ini 17 April 2026 di Seluruh SPBU Jabodetabek
  • Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir 2026, APBN Bakal Defisit 2,92%
  • Tok! Bahlil Sebut Impor Minyak Mentah dari Rusia Dieksekusi Bulan Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN: 65 persen masyarakat Indonesia perlukan MBG
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Karutan Kendari Dinonaktifkan Buntut Viral Napi Korupsi Mampir ke Kedai Kopi usai Sidang PK
• 17 menit laluviva.co.id
thumb
Siap-Siap! no na Comeback dengan Single Baru
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Pemakaman di Cianjur Longsor, Jenazah Bermunculan ke Permukaan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri Haji dan Umrah Lantik Pengurus PPIH Embarkasi, Semua Visa sudah Beres
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.