Dokter di Cirebon Terbanyak di Jabar, Tapi Akses Belum Merata

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON- Kota Cirebon mencatat rasio dokter tertinggi di Jawa Barat pada 2025. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat menunjukkan, rasio dokter spesialis dan dokter umum di kota ini mencapai 1,73 per 1.000 penduduk.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan capaian tersebut menempatkan Kota Cirebon di posisi teratas dibandingkan wilayah lain di provinsi tersebut. "Rasio 1,73 ini berarti terdapat sekitar dua dokter untuk setiap 1.000 penduduk di Kota Cirebon. Ini menjadi yang tertinggi di Jawa Barat," kata Margaretha, Jumat (17/4/2026).

Meski demikian, Margaretha menegaskan angka tersebut belum menunjukkan kondisi ideal. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk secara keseluruhan, ketersediaan dokter di Jawa Barat masih tergolong terbatas. 

"Secara umum, jumlah dokter, baik spesialis maupun umum, masih relatif sedikit jika dilihat dari total populasi," katanya.

Data BPS Jabar dalam publikasi “Jawa Barat Dalam Angka 2026” mencatat lima daerah dengan rasio dokter tertinggi. Setelah Kota Cirebon, posisi berikutnya ditempati Kota Bandung dengan rasio 1,41, disusul Kota Bogor sebesar 1,27, Kota Cimahi 1,15, dan Kota Depok 1,06 per 1.000 penduduk.

Dominasi kota-kota besar dalam daftar tersebut mengindikasikan kecenderungan konsentrasi tenaga medis di wilayah perkotaan. Kota Cirebon, sebagai salah satu pusat layanan di wilayah timur Jawa Barat, dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi tenaga kesehatan, baik dari sisi fasilitas maupun aksesibilitas.

Baca Juga

  • Tarif Dokter Spesialis dan Pangan Tekan Inflasi Cirebon
  • Vaksin Campak pada Orang Dewasa Tak Kalah Penting, Ini Penjelasan Dokter
  • Kronologi Kasus Dokter Internship Positif Campak hingga Meninggal Dunia

Margaretha menjelaskan, rasio yang tinggi di Kota Cirebon tidak semata-mata menunjukkan jumlah dokter yang besar, tetapi juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang lebih kecil dibanding kota metropolitan seperti Bandung atau Depok.

"Rasio merupakan perbandingan. Jadi, bisa saja jumlah dokternya tidak terlalu besar, tetapi karena jumlah penduduknya lebih sedikit, angkanya menjadi lebih tinggi," ujarnya.

Dia menambahkan, indikator rasio dokter penting untuk melihat gambaran umum ketersediaan tenaga kesehatan. Namun, indikator tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat. 

Menurutnya, kondisi ini menegaskan tantangan sektor kesehatan di Jawa Barat tidak hanya soal jumlah tenaga medis, tetapi juga pemerataan distribusinya. Wilayah perkotaan cenderung memiliki rasio lebih tinggi, sementara daerah kabupaten dan kawasan perdesaan berpotensi mengalami kekurangan tenaga dokter.

Di sisi lain, posisi Kota Cirebon sebagai daerah dengan rasio tertinggi membuka peluang untuk memperkuat peran kota ini sebagai pusat layanan kesehatan regional. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, Kota Cirebon dapat menjadi rujukan bagi wilayah sekitarnya di kawasan Ciayumajakuning.

Meski demikian, Margaretha mengingatkan pentingnya intervensi kebijakan untuk mendorong pemerataan tenaga medis. “Perlu upaya bersama agar distribusi dokter lebih merata, sehingga akses layanan kesehatan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hanya Modal NIK KTP, Begini Cara Cek Desil di Aplikasi Cek Bansos
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yuhelson Dorong Arah Baru Hukum Kepailitan, Utamakan Perdamaian dan Keberlanjutan Usaha
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
TVRI Tegaskan hanya Menyiarkan Live FIFA World Cup 2026 Melalui Kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport, Pastikan Akses Resmi dan Berkualitas bagi Publik
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Baleg DPR Buka Peluang Otsus Aceh Naik Jadi 2,5%
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Hendak Transaksi, Pengedar Sabu di Surabaya Ditangkap Polisi
• 2 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.