Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Jakarta
Lembaga Penyiaran Publik TVRI kembali menegaskan komitmen dalam menghadirkan siaran ajang sepak bola terbesar dunia, FIFA World Cup 2026, secara luas dan merata bagi masyarakat Indonesia. Namun demikian, TVRI memastikan bahwa seluruh pertandingan tidak akan disiarkan secara live melalui platform YouTube atau kanal digital terbuka lainnya.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan ketentuan hak siar internasional yang mengatur distribusi konten olahraga global, khususnya untuk ajang sekelas FIFA World Cup. Dalam perjanjian lisensi yang berlaku, distribusi siaran langsung (live match) memiliki batasan ketat terkait platform dan wilayah siaran, sehingga tidak semua kanal digital dapat digunakan untuk menayangkan pertandingan secara langsung.
Sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia, TVRI tetap berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian pertandingan secara mudah melalui saluran resmi yang telah ditentukan, yaitu siaran televisi terestrial digital TVRI Nasional dan TVRI Sport yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, serta platform resmi yang telah memiliki izin distribusi.
Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbodjati, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menayangkan siaran langsung melalui YouTube merupakan bagian dari tanggung jawab TVRI dalam menjaga integritas kerja sama internasional.
“TVRI memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan tayangan FIFA World Cup 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia secara mudah dan merata. Namun, dalam hal distribusi siaran langsung, kami harus tunduk pada aturan hak siar global yang tidak memperkenankan penayangan melalui platform terbuka seperti YouTube,” ujar Wulan, Jumat (17/4).
Wulan menambahkan bahwa pembatasan ini bukan berarti mengurangi akses publik, melainkan memastikan bahwa penayangan dilakukan melalui jalur resmi yang telah dijamin kualitas dan legalitasnya.
“Kami memahami tingginya minat masyarakat untuk mengakses pertandingan melalui berbagai platform digital. Namun, penting untuk dipahami bahwa hak siar olahraga internasional memiliki batasan yang harus dihormati bersama. TVRI tetap menyediakan akses seluas-luasnya melalui siaran televisi digital yang dapat dinikmati secara mudah oleh masyarakat,” lanjutnya.
Selain siaran langsung pertandingan, TVRI juga akan menghadirkan berbagai konten pendukung yang dapat diakses melalui platform digital resmi, termasuk highlight pertandingan, ulasan,live reaction, program feature, serta konten interaktif yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman menonton masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari edukasi kepada publik mengenai pentingnya menghormati hak kekayaan intelektual dan mendukung ekosistem penyiaran yang sehat dan berkelanjutan. TVRI mengajak seluruh masyarakat untuk mengakses tayangan melalui kanal resmi guna menghindari pelanggaran hak siar serta memastikan kualitas siaran tetap optimal.
TVRI saat ini juga telah membuka akses layanan untuk Nonton Bareng (Nobar) yang dapat didaftarkan melalui tautan bolagembira.tvrinews.com. Pendaftaran ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat yang ingin menyelenggarakan kegiatan nonton bareng, baik pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat umum.
Dengan dukungan infrastruktur penyiaran yang terus diperkuat, termasuk jaringan pemancar digital di berbagai daerah, TVRI optimistis dapat memberikan layanan siaran yang inklusif dan menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
“TVRI tidak hanya menghadirkan siaran, tetapi juga ingin menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat dalam merayakan momen besar ini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati FIFA World Cup 2026 melalui TVRI sebagai rumah bersama bagi tontonan berkualitas,” tutup Wulan.
Editor: Redaksi TVRINews





