Brussels: Para pemimpin Eropa menyambut positif pengumuman gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, seraya mendorong langkah lanjutan menuju perdamaian permanen.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut kesepakatan tersebut sebagai “sebuah kelegaan,” namun menegaskan bahwa langkah selanjutnya harus mengarah pada solusi jangka panjang.
“Kita tidak hanya membutuhkan jeda sementara, tetapi jalur menuju perdamaian permanen. Eropa akan terus menyerukan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon,” ujar Von der Leyen, dikutip dari Anadolu, Jumat, 17 April 2026.
Baca Juga :
Lebanon dan Israel Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari“Izinkan Israel dan Lebanon terlibat dalam negosiasi bermakna yang menghasilkan hasil konkret demi rakyat mereka dan prospek perdamaian berkelanjutan,” kata Costa.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga menyambut kesepakatan tersebut sebagai “kabar baik,” seraya berharap gencatan senjata dapat membuka jalan bagi perundingan yang sukses.
Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menekankan bahwa kesepakatan tersebut harus dibuktikan di lapangan dan menjadi langkah awal penting setelah berminggu-minggu kekerasan.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menyatakan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk mencapai perdamaian jangka panjang.
“Kekerasan dan penderitaan warga sipil harus dihentikan,” ujar Eide.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger menyebut gencatan senjata ini sebagai harapan baru yang harus dijaga agar berujung pada proses politik yang berkelanjutan.
Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna menilai langkah ini penting untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan ke depan.
Kementerian Luar Negeri Portugal juga menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah krusial untuk mengurangi penderitaan rakyat Lebanon dan mendorong stabilitas kawasan.
Kementerian Luar Negeri Swiss menyerukan semua pihak untuk menghormati kesepakatan tersebut dan memanfaatkan peluang ini untuk mencapai solusi politik jangka panjang dengan tetap menghormati kedaulatan Lebanon.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari mulai pukul 17.00 waktu setempat.
Kesepakatan ini tercapai setelah perundingan yang dimediasi AS antara delegasi Lebanon dan Israel di Departemen Luar Negeri di Washington pada Selasa.




