Ritel Modern Jadi Jalan Tol UMKM Naik Kelas, Ini Buktinya

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya dalam mendukung perluasan akses pasar UMKM, salah satunya melalui kemitraan dengan ritel modern.

Kemitraan ini terbukti menjadi akselerator penting bagi UMKM untuk menembus pasar lebih luas, seperti yang dialami UMKM Rizkyanti. Produk mereka telah sukses bertahan di rak-rak ritel modern selama 14 tahun.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam kunjungannya ke UMKM Rizkyanti di Palembang, Sumatra Selatan, pada Kamis (16/4/2026). 

“Kemendag meyakini ritel modern merupakan wadah strategis yang mendekatkan keseharian masyarakat dengan produk UMKM unggulan setempat. Oleh karena itu, kami terus memfasilitasi business matching yang mempertemukan UMKM dengan pengusaha ritel modern. Kemitraan strategis ini merupakan akselerator penting untuk membuat UMKM naik kelas,” tutur Wamendag Roro, dikutip dari siaran pers Kemendag, Jumat (17/4).

UMKM Rizkyanti bergerak di bidang olahan pangan berbasis ikan, seperti pempek dan kerupuk kemplang. Bermula dari skala rumahan sejak tahun 1998, UMKM ini berkembang menjadi bisnis yang mampu menembus jaringan pemasaran ritel modern, bahkan pasar ekspor. Tercatat sejak tahun 2012, UMKM Rizkyanti telah menjalin kemitraan dengan 544 toko ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret di wilayah Palembang serta memperluas pasar ekspornya hingga ke Singapura.

“Pempek dan kerupuk kemplang Rizkyanti menunjukkan bahwa UMKM pangan lokal memiliki potensi besar untuk memenangkan pasar dalam negeri dalam skala luas melalui kemitraan dengan ritel modern. Bukan hanya itu, dengan komitmen terhadap kualitas dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan, produk pangan lokal dapat merambah pasar ekspor,” ungkap Wamendag Roro.

Kesuksesan UMKM Rizkyanti tidak terlepas dari daya saing produknya dari sisi pemenuhan standar dan sertifikasi. Secara bertahap, sertifikat halal, sertifikat kelayakan pengolahan, HAKI, GMP, SSOP telah dipenuhi oleh UMKM ini, tidak terkecuali Surat Izin Edar. Menurut Wamendag Roro, pemenuhan berbagai sertifikasi tersebut menjadi keunggulan tersendiri dan memperbesar peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Pemilik UMKM Rizkyanti, Yanti Mala menyampaikan bahwa sejak awal didirikan, mereka bertekad menghadirkan produk olahan ikan yang halal, bermutu, dan mengutamakan keamanan pangan, sehingga diterima oleh pasar yang lebih luas. “Kami terus berinovasi dan meningkatkan kualitas agar produk kami tidak hanya dikenal di pasar dalam negeri, tetapi juga di pasar ekspor. Kami meyakini bahwa dengan majunya suatu bisnis, maka pemberdayaan masyarakat sekitar juga makin optimal, salah satunya melalui penyediaan lapangan kerja,” ujar Yanti.

Lebih lanjut, Wamendag Roro menyampaikan bahwa proyeksi nilai pasar makanan dan minuman (mamin) di Indonesia selama lima tahun ke depan masih menjanjikan. Hal tersebut ditandai dengan tumbuhnya sektor mamin dengan rata-rata 6,96 persen per tahun. “Ini merupakan peluang pasar yang tidak boleh dilewatkan oleh UMKM pangan Indonesia. Produk lokal harus menjadi raja di pasar domestik,” tambah Wamendag Roro.

Keberhasilan UMKM Rizkyanti dalam memenangkan pasar dalam negeri juga merupakan buah dari pemanfaatan kanal pemasaran. Tidak puas dengan penjualan di toko, mereka juga memanfaatkan media sosial dan layanan antar. Berkat konsistensi untuk mengembangkan pemasaran dan berbagai kanal digital, UMKM ini bahkan telah memperluas pasarnya, tidak hanya di wilayah Sumatra Selatan, tetapi juga ke kota-kota lain seperti Banyuwangi, Bandung, Yogyakarta, dan Lampung.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Integrasi UMKM dalam Ekosistem MBG, Termasuk Olah Limbah Makanan

Baca Juga: UMKM Harus Masuk Ekosistem Besar, Apa Strateginya?

Bukan hanya berdialog dengan pemilik UMKM Rizkyanti, Wamendag Roro juga melihat langsung proses pengolahan pempek dan kerupuk kemplang dari UMKM ini. “Seluruh proses dikerjakan dengan higienis dan teratur. Jika kita amati tadi, seluruh pekerjanya adalah perempuan. Ini kembali menegaskan betapa erat kaitan antara bertumbuhnya UMKM dengan pemberdayaan perempuan,” tutur Wamendag Roro.

Beranjak dari sentra produksi UMKM Rizkyanti, Wamendag Roro mengunjungi Alfamart terdekat untuk secara langsung melihat produk UMKM berjajar di etalase, salah satunya produk kerupuk kemplang dari UMKM Rizkyanti. Corporate Communications GM Alfamart, Rani Wijaya menyatakan apresiasi terhadap kunjungan Wamendag Roro ke salah satu gerai di Palembang hari ini. “Alfamart akan tetap konsisten bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung UMKM pangan Indonesia melalui kemitraan strategis ini,” pungkas Rani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Sekolah Rakyat Terintegrasi di Probolinggo
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Menhaj Lantik 23 Petugas Haji di Asrama Embarkasi Surabaya
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Wamendikdasmen: Guru adalah Agen Peradaban, Bukan Sekadar Agen Pembelajaran
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
BMKG Waspadai Potensi Karhutla Seiring Penurunan Curah Hujan
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Modus Penipuan Kerja Sama Kirim Karpet Malaysia Terjadi di Makassar, Total Kerugian Capai Rp616 Juta
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.