Jakarta, tvOnenews.com - Legenda sekaligus ikon representasi Barcelona, Thierry Henry, meminta para suporter Real Madrid untuk tidak banyak mengeluh setelah terdepak dari Liga Champions. Kekalahan Real Madrid dari Bayern Munchen di Allianz Arena seharusnya dijadikan apelajaran.
Sejumlah pihak menilai momen kartu kuning kedua Eduardo Camavinga menjadi titik balik pertandingan. Namun, Henry tidak sepakat bahwa keputusan wasit menjadi faktor utama kekalahan Real Madrid.
“Para penggemar Real Madrid akan membanjiri media sosial sambil mengeluhkan wasit. Mereka akan mengatakan bahwa kartu kuning kedua untuk Camavinga adalah keputusan yang memalukan dan terlalu berlebihan untuk level perempat final Liga Champions,” kata Henry.
Henry menilai kartu kuning kedua Camavinga dapat menjadi pembelajaran. Hal itu merupakan konsekuensi dari kurangnya kecerdasan sang pemain dalam bermain di laga tandang.
"Ketika bermain di Allianz Arena, Anda tidak boleh memberikan satu pun alasan kepada wasit untuk mengambil keputusan. Anda harus lebih cerdas dari itu,” kata Henry.
Real Madrid sejatinya tampil impresif di babak pertama. Kombinasi Arda Guler dan Kylian Mbappe membuat lini pertahanan Bayern Munchen kerepotan
“Anda melihat Real Madrid benar-benar mendominasi mereka pada babak pertama, dan semua orang mengira kebangkitan itu sudah sepenuhnya terjadi,” ujar Henry.
Namun, situasi berubah drastis selepas jeda. Bayern Munchen mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mengambil alih kendali permainan.
“Kemudian Bayern Munchen keluar pada babak kedua, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, dan mengubah pertandingan menjadi seperti mesin cuci. Mereka menekan tanpa henti dan membuat Real Madrid tidak berkutik,” kata Henry.
Puncaknya terjadi di masa tambahan waktu saat Michael Olise mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut tidak hanya mengubah skor menjadi 4-3, tetapi juga memastikan langkah Bayern Munchen ke semifinal.
"Gol Olise di menit ke-94 untuk memastikan kemenangan, sungguh luar biasa. Menunjukkan ketenangan seperti itu saat menghadapi Real Madrid di momen krusial adalah sesuatu yang istimewa,” kata Henry.
Hasil ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi Real Madrid yang selama ini dikenal sebagai 'raja comeback'. Bayern Munchen mampu membalikkan keadaan dan memberikan pelajaran berharga dengan cara yang sama.




