Beirut: Militer Lebanon melaporkan sejumlah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel pada Jumat dini hari, 17 April 2026.
Pelanggaran itu termasuk serangan artileri sporadis yang menyasar beberapa desa di wilayah selatan negara tersebut.
Dalam pernyataannya di platform X yang dikutip Anadolu, militer Lebanon menyebut telah mendokumentasikan sejumlah serangan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat.
Militer juga mengimbau warga untuk menunda kepulangan ke desa dan kota di wilayah selatan, mengingat pelanggaran tersebut masih menimbulkan ancaman bagi keselamatan sipil.
Selain itu, masyarakat diminta mematuhi instruksi dari unit militer yang dikerahkan di selatan, terutama pada malam hari, serta menghindari area yang dinilai berbahaya.
Beberapa jam sebelumnya, militer telah mengeluarkan peringatan serupa, meminta warga tidak kembali ke wilayah selatan hingga gencatan senjata benar-benar mulai berlaku.
Militer Lebanon juga mengingatkan bahaya dari amunisi yang belum meledak serta benda mencurigakan yang ditinggalkan akibat serangan Israel, dan mendesak warga untuk segera melaporkannya ke pos militer terdekat.
Gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel resmi berlaku mulai tengah malam waktu setempat pada Jumat.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut pada Kamis malam, setelah melakukan apa yang ia sebut sebagai “pembicaraan yang sangat baik” dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.




