JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov menyindir standar ganda Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerang Iran dengan alasan adanya pengembangan fasilitas nuklir.
Padahal menurut Sergei, Korea Utara yang sangat jelas memiliki fasilitas nuklir untuk kepentingan militer, tapi Amerika Serikat bergeming.
"Anda tahu, sejak awal tahun ini Trump menyerang Venezuela, Iran, tapi tidak ada yang menyerang misalnya Korea Utara. Mengapa?," kata Sergei saat ditemui di Kantor Radio Sonora, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Kata Dubes Rusia Soal Menhan RI ke Amerika Serikat Saat Prabowo Bertemu Putin
"(Karena) Korea Utara tidak memiliki minyak," ucapnya lagi.
Meskipun kata Sergei, hal tersebut adalah sebuah lelucon yang beredar lumrah di masyarakat global.
Dia juga mengatakan, solusi konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel saat ini adalah memberikan kembali kehidupan normal untuk Iran.
Amerika dan dunia harus memahami, Iran tidak menggunakan pengembangan nuklir untuk keperluan militer, melainkan keperluan energi.
Baca juga: Mengenal SWIFT, Sistem yang Disebut Menghambat Ekspor Minyak Rusia ke Indonesia
"Tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Iran memiliki program nuklir untuk militer. IAEA (Badan Energi Atom Internasional) selama pulihan tahun memiliki tim di sana, tetapi tidak ada bukti Iran memiliki program nuklir militer," ucapnya.
Sebab itu, Sergei menilai solusi paling realistis saat ini untuk menghentikan konflik adalah mengembalikan kehidupan normal Iran seperti sedia kala.
"Biarkan mereka menjalani kehidupan normal mereka dengan energi nuklir, dengan semuanya," tandas Sergei.
Baca juga: Tak Ada Diskon Minyak untuk Indonesia, Dubes Rusia Sebut Harga Bisa Jadi Lebih Tinggi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang