HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tamalanrea memprioritaskan peningkatan kompetensi manajerial kepala sekolah (Kasek). Sekaligus mematangkan persiapan teknis menghadapi rangkaian agenda besar pendidikan tahun 2026. Dalam rapat koordinasi di SD Inpres Kantisang, Jumat (17/4/2026), para kepala sekolah fokus membedah strategi penguatan rapor pendidikan dan seleksi atlet untuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Selain itu, forum ini menjadi ajang konsolidasi krusial guna memastikan kesiapan administratif dan mental siswa menjelang Ujian Akhir Sekolah.
Harifuddin, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua K3S Tamalanrea, menegaskan bahwa sinergi antar-kepala sekolah adalah motor penggerak utama dalam mencapai target kualitas pendidikan di wilayahnya.
Rakor kali ini secara khusus menghadirkan pengawas sekolah Korwil Tamalanrea sebagai narasumber utama. Agenda ini dirancang untuk membedah strategi penguatan manajerial dan supervisi akademik yang lebih inovatif guna menjawab tantangan kebijakan terbaru dari Dinas Pendidikan.
“Hari ini kita fokus membahas peningkatan kompetensi kepala sekolah. Harapannya, tidak ada lagi kesenjangan pemahaman terkait tugas pokok dan fungsi, serta arah kebijakan terbaru,” tegas Harifuddin di hadapan para peserta.
Kawal Agenda Besar
Selain pengembangan SDM, K3S Tamalanrea juga membedah teknis pelaksanaan empat tantangan krusial dalam waktu dekat. Fokus pertama adalah seleksi atlet berprestasi untuk O2SN 2026 agar kontingen Tamalanrea mampu bersaing di tingkat kota.
Selanjutnya, rapat membahas kesiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), ujian praktik seni budaya, hingga persiapan mental siswa kelas VI menghadapi Ujian Akhir Sekolah sebagai penentu kelulusan.
“Persiapan ini butuh kematangan, mulai dari administrasi hingga kesiapan mental anak didik dan guru. K3S harus menjadi garda terdepan dalam mengawal seluruh rangkaian kegiatan ini,” jelasnya.
Soliditas sebagai Kunci Keberhasilan
Harifuddin menggarisbawahi bahwa tantangan pendidikan yang semakin kompleks hanya bisa dijawab dengan semangat kebersamaan. Diskusi dinamis yang terjalin antar-kepala sekolah diharapkan mampu melahirkan solusi atas kendala lapangan yang dihadapi tiap sekolah.
“Saya berharap K3S menjaga kekompakan untuk peningkatan kualitas organisasi. Jika kita solid, satu langkah dan satu bahasa, insyaallah semua target kualitas pendidikan di Tamalanrea akan tercapai,” pungkas Harifuddin menutup rapat. (*)





